Partisipasi yang konsisten dilakukan DBL Indonesia di basket itu kini juga mulai berdampak pada prestasi basket tanah air. Dampak yang sama sebenarnya juga mulai dirasakan di SAC Indonesia. Dalam tiga tahun perjalanannya, kompetisi ini makin kompetitif.
Sementara itu, founder sekaligus CEO DBL Indonesia Azrul Ananda terkesan dengan stadion Benteng Reborn. “Stadion ini bagus sekali,” ungkapnya saat melihat kondisi stadion Benteng Reborn.
Terlebih ketika ia melihat kondisi lintasan lari yang memiliki 8 lintasan yang merupakan standar internasional. “Lintasan lari 8, dengan kondisi lintasan yang sangat baik. Layak untuk menggelar even nasional,” akunya.
Dengan kondisi lintasan lari yang baik, akhirnya banyak rekor terpecahkan di Stadion Benteng Reborn. “Terima kasih DBL Indonesia sudah dipercaya membuat sesuatu di atletik yang sebelumnya tidak ada. Tentu kami akan melakukan sejumlah evaluasi agar bagaimana program ini bisa terus dikembangkan ke depannya,” kata Azrul.











