Program Sanitasi dan Sampah Berjalan Mandiri, Dampak Pembekuan Progam USAID

USAID
MINIM DANA: Pelaksanaan kegiatan USAID SELARAS yang dicanangkan tahun 2024 tersendat karena pembekuan program USAID di Indonesia. Keterlibatan masyarakat kurang optimal.(Credit: Dok. DLHK Kab. Tangerang)

”Tahun lalu kita kolaborasi di berbagai titik untuk air mi­num dan sanitasi. Kita sudah juga pemetaan untuk pena­nganan persampahan dengan USAID Selaras. Kedua program ini dibantu oleh USAID dari sisi pemberdayaan masyarakat, penyiapan regulasi dan pe­nguatan kelembagaan,” jelas­nya.

Erwin menyebutkan, program USAID IUWASH sudah berjalan di Desa Kayu Bongkok akan tersendat untuk kelanjutan di tahun anggaran 2025. Selain itu, program di Kecamatan Cisoka, Pasarkemis dan Rajeg untuk air minum dan sanitasi akan tersendat.

Bacaan Lainnya

”Kita biasanya kolaborasi de­ngan USAID untuk di 2025 ada 10 titik akan tetap berjalan. Meski tanpa pendam­pingan dari USAID. Kita sangat menya­yang­kan program ban­tuan USAID terhenti, agak ter­sendat saja biasanya kola­borasi dengan NGO kelas in­ter­nasional, ini ha­nya peme­rintah, dunia usaha dan masya­rakat,” jelasnya.(sep)

Pos terkait