”Tahun lalu kita kolaborasi di berbagai titik untuk air minum dan sanitasi. Kita sudah juga pemetaan untuk penanganan persampahan dengan USAID Selaras. Kedua program ini dibantu oleh USAID dari sisi pemberdayaan masyarakat, penyiapan regulasi dan penguatan kelembagaan,” jelasnya.
Erwin menyebutkan, program USAID IUWASH sudah berjalan di Desa Kayu Bongkok akan tersendat untuk kelanjutan di tahun anggaran 2025. Selain itu, program di Kecamatan Cisoka, Pasarkemis dan Rajeg untuk air minum dan sanitasi akan tersendat.
”Kita biasanya kolaborasi dengan USAID untuk di 2025 ada 10 titik akan tetap berjalan. Meski tanpa pendampingan dari USAID. Kita sangat menyayangkan program bantuan USAID terhenti, agak tersendat saja biasanya kolaborasi dengan NGO kelas internasional, ini hanya pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” jelasnya.(sep)











