Program Sanitasi dan Sampah Berjalan Mandiri, Dampak Pembekuan Progam USAID

USAID
MINIM DANA: Pelaksanaan kegiatan USAID SELARAS yang dicanangkan tahun 2024 tersendat karena pembekuan program USAID di Indonesia. Keterlibatan masyarakat kurang optimal.(Credit: Dok. DLHK Kab. Tangerang)

TIGARAKSA — Pemerintah Amerika Serikat menghentikan program bantuan United States Agency for International De­velopment (USAID). Dampak­nya, program sanitasi dan per­sampahan lewat USAID di Kabupaten Tangerang ter­sen­dat.

Hal itu dipaparkan Sekretaris Badan Perencanaan Pem­ba­ngunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy saat diwawancarai Banten Ekspres. Kata dia, pemerintah daerah harus ber­jalan mandiri dengan peng­hentian bantuan program USAID oleh pemerintah Ame­rika Serikat.

Bacaan Lainnya

”Kita sangat menyayangkan program bantuan USAID ter­henti di Kabupaten Tangerang. Namun, program yang sudah dicanangkan tetap berjalan meski mandiri pada akhirnya,” jelasnya, Senin (17/2/2025).

Erwin memaparkan, ada dua program yang digarap bersama USAID. Pertama, program sani­tasi dan air minum dengan nama United States Agency for International Development (USAID) Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH Tangguh). Lalu, program penanganan persampahan dengan judul USAID Sustainable Municipal Solid Waste Management and Partnership (USAID SELARAS).

Pos terkait