Lebih lanjut, menurutnya, anak-anak di lingkungan dikumpulkan oleh pihak yayasan, ketika datang donatur, jadi seolah anak-anak itu adalah binaan panti.
“Eksploitasi anak-anak oleh yayasan, anak-anak dibiarkan berjualan, memarkir (kendaraan) donatur dan pengurus yayasan sembarangan,” tuturnya, seraya menyebutkan karena itu warga menginginkan yayasan tersebut untuk ditutup.
Sementara, Ketua Yayasan Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Izmi Syahida Alhaq membantah telah mengeksploitasi anak-anak.
“Tidak ada eksploitasi anak. Santunan dari donatur diberikan kepada kepada anak binaan yayasan, baik yang di dalam panti maupun yang ada di luar panti,” ucapnya.
Humas Yayasan Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Izmi Lili mengucapkan, permohonan maaf kepada Ketua RW 18 Jakwan, pengurus RW 18, ketua RT, pengurus RT dan warga sekitar yayasannya.
“Meski kami telah berupaya semaksimal mungkin mengasuh anak-anak, tapi apabila ada segala sesuatu yang dianggap kurang baik oleh semuanya. Kami memohon maaf kepada Pak RW, pengurus RW, Pak RT, pengurus RT dan warga sekitar,” ucapnya.











