Spanduk Tolak Bahlil Bertebaran di Mana-mana, Kedatangan ke Kota Tangerang Jadi Catatan Buruk

Tolak Bahlil
Spanduk bernarasi penolakan terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpasang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Kota Tangerang. Spanduk serupa bertebaran di banyak tempat di Kota Tangerang dan Kota Tangsel, kemarin. (Credit: Ahmad Syihabudin/Banten Ekspres)

Diketahui, bentuk protes tersebut juga didasari hingga saat ini masih belum terlihat kemudahan mendapat gas melon di warung-warung seperti semula sesuai perintah presiden Prabowo kenarin. Masih banyak warga yang mengantre di pangkalan-pangkalan.

Menanggapi ramainya spanduk BAHLIL NO. GAS 3 KG YES’ tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti berpendapat bahwa kebijakan menarik penjualan gas LPG 3 di pengecer dan harus mendaftar sebagai sub pangkalan untuk bisa menjual gas melon adalah kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Bacaan Lainnya

“Bahlil akan ditempatkan sebagai subjek otonom dalam hal kebijakan gas 3 Kilogram di pangkalan,” kata Ray dalam wawancara melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/2/2025).

Ray menyoroti beredarnya spanduk-spanduk bertuliskan ‘BAHLIL NO. GAS 3 KG YES’ pasca kunjungan Bahlil Lahadalia ke Kota Tangerang.

Menurut Ray, ini melahirkan sebuah isyarat bahwa publik merasakan kebijakan yang dilakukan Bahlil yakni hanya sepihak, artinya tidak melibatkan Presiden Prabowo.

Pos terkait