Sementara itu, Ketua K3S Teluknaga Hadi Mulyadi menjelaskan, untuk tingkat SD sebenarnya tidak ada masalah saat pelaksanaan SPMB, karena kuotanya memang sudah pas dan tidak pernah ada penambahan. Hal tersebut karena di wilayah Kecamatan Teluknaga kuotanya ada yang cukup bahkan ada yang kurang.
”Di wilayah Kecamatan Teluknaga ini, ada beberapa SD kuotanya kurang yakni saat SPMB hanya mendapatkan 1 kelas saja. Jadi, saat ada perubahan dalam SPMB kami tidak ada masalah karena memang stabil dan tidak ada perubahan,” tutupnya.
Sekadar informasi, dalam SPMB mendatang pada jenjang SMA diberlakukan rayonisasi. Sistem rayonisasi memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena Kemendikdasmen menemukan terdapat sejumlah kecamatan yang tidak memiliki SMA dan SMK Negeri.(ran)










