Usai laga Fabio Lefundes pelatih Persita menyatakan kekalahan ini terjadi lantaran Dewa United bangkit dari hasil dua kali imbang. Dengan materi pemain bagus yang dimiliki Dewa United mampu membuat pertahanan Persita cukup kerepotan.
Dan di babak kedua saat Fahreza Sudin di kartu merah dan Dewa United kembali membuat skor Lefundes melihat pemainnya mulai memberi sinyal menyerah.
“Di babak kedua saat kami mulai kembali membangun sistem, pemain kami kena kartu merah dan lawan membuat gol lagi. Ini membuat pemain kami beberapa menit menyerah,” ujar Lefundes.
Sejak kartu merah dikeluarkan Lefundes menyatakan Dewa United membunuh permainan Persita.
“Semua berubah saat kartu merah, mental pemain kami jatih dan sulit bangkit. Saya bertanya kenapa hanya untuk memberi kartu kuning wasit harus melihat VAR, semua sejak itu berubah,” tegas pelatih asal Brasil.
Lefundes pun meminta semua memikirkan kembali keputusan yang dihasilkan dari VAR. Karena menurutnya VAR seharusnya membuat sepakbola lebih baik bukan membuat kesalahan dalam sepakbola.
“Dengan penggunaan VAR wasit di Indonesia tidak memiliki kepercayaan diri dan jika itu terjadi jangan merusak pertandingan,” tegasnya.(apw)











