Hadi menambahkan, kegiatan P5 diantaranya adalah pelajaran praktik, dan itu harus mengeluarkan biaya yang di keluarkan orang tua. Ini karena dari kegiatan tersebut, ada biaya untuk kegiatan praktik, dan itu, sangat membenankan orang tua karena harus beli bahan praktek ataupun sewa kostum saat ada kegiatan budaya.
”Saya rasa itu kurang efektif. Kasihan orang tua jadi saya harap Menteri baru bisa mengkaji lagi masalah P5 di tingkat SD. Apalagi, di wilayah Kecamatan Teluknaga orang tua banyak yang kurang mampu dan itu sangat membenankan sekali. Kami pihak sekolah juga kurang sepakat jika orangtua harus mengeluarkan biaya untuk kegiatan P5,”paparnya.
Ia menjelaskan keberadaan Menteri Pendidikan yang baru bisa juga menyelesaikan permasalah guru berstatus honorer menjadi P3K, karena di sekolah SD banyak guru honornya dibandingkan guru berstatus P3K dan itu sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar.
”Di sekolah saya ini guru honorer banyak, dan yang berstatus PNS hanya beberapa orang. Jadi, saya harap permasalahan guru honorer bisa di perhatikan agar mereka bisa diangkat menjadi guru P3K agar bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan baik dan benar,” tutupnya.(ran)











