“Seismic gap ini memang harus kita waspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Bahkan, menurut pengakuanya, hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang dengan tepat serta akurat mampu memprediksi terjadinya gempa, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.
Sehingga, masyarakat diimbau untuk melakukan mitigasi konkret, seperti membangun bangunan tahan gempa, menyiapkan jalur, rambu evakuasi tsunami dan lokasi titik kumpul serta memahami cara selamat saat terjadi gempa bumi.
“Masyarakat juga harus memahami cara evakuasi mandiri dan melakukan simulasi gempa bumi berpotensi tsunami secara berkala dan membentuk masyarakat siaga tsunami. Namun, masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas normal seperti biasa, seperti melaut, berdagang, berwisata dan berlibur di pantai,” tuturnya. (mg7)











