Koid menambahkan, pihak sekolah juga telah mempunyai tempat untuk budidaya maggot, dan lokasinya jauh dari kelas. Sengaja jauh dari kelas, karena maggot memakan sampah yang nantinya akan diolah menjadi pupuk, dan juga kebutuhan pertanian serta pertenakan.
”Kita sudah mempunyai lokasi untuk budidaya maggot, dan jaraknya jauh dari kelas. Ini agar tidak terganggu dengan aroma bau yang tidak sedap dari sampah yang di olah menggunakan magot,” paparnya.
Ia menjelaskan, bahwa nantinya budidaya maggot akan bekerjasama dengan siswa, dan setiap siswa akan dibagikan kelompok agar mereka bisa belajar dan mengetahui proses budidaya magot.
”Kita harap, dengan adanya budidaya maggot ini bisa menjadi pembelajaran yang efektif bagi siswa. Karena, banyak manfaatnya serta bisa menjadi barang yang bisa mempunyai nilai jual,” tutupnya.(ran)










