”Kalau dianalisa, banyak siswa yang belum mahir dalam membaca Al Qur’an, walaupun ada sebagian yang bisa tetapi hampir banyak yang belum bisa baca. Maka itu, lahirlah klinik Al Qur’an ini untuk membantu siswa agar mahir membaca Al Qur’an,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Rabu (3/4).
Farhi menambahkan, pengalaman dari masa lalunya di SMPN 1 Tigaraksa. Saat itu, sebagai guru PAI, dia juga dihadapkan pada tantangan serupa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an siswa.
Dibutuhkan waktu dua tahun untuk melihat hasil yang signifikan. Namun, dirinya yakin bahwa program pembiasaan membaca Al Qur’an di sekolah memiliki dampak besar dalam membentuk karakter siswa.










