“Kalau tim desa dan kecamatan yang sidak, biasanya malamnya sudah buka lagi. Nah ini setelah digeruduk massa, belum beroperasi lagi sejak Senin pekan lalu,” tuturnya kepada wartawan BANTENEKSPRES.CO.ID.
Thaufan bersyukur, massa yang berasal dari warga Desa Tanjung Anom dan Desa Marga Mulya, kompak untuk mempedulikan masa depan remaja di desa masing-masing.
“Saya berharap, warga terus ikut berperan aktif mencegah penjualan dan penyalahgunaan obat Hexymer dan Tramadol,” imbuhnya.
Reporter: Zakky Adnan











