Maryono Resmikan ULD dan Joker, Perluas Akses Gampang Kerja bagi Warga Kota Tangerang

Maryono Resmikan ULD dan Joker, Perluas Akses Kerja bagi Warga Kota Tangerang
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan didampingi Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Kantor Disnaker Kota Tangerang, Jumat (23/10). Dhuyuf/Banten Ekspres

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui inovasi Joker (Pojok Lowongan Kerja) dan Unit Layanan Disabilitas (ULD). Kedua layanan yang diinisiasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang itu diresmikan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan di Kantor Disnaker Kota Tangerang, Jumat (23/10).

Kehadiran Joker diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi lowongan pekerjaan tanpa harus menunggu pelaksanaan bursa kerja atau bergantung pada informasi di media sosial. Sementara itu, ULD dihadirkan untuk memperkuat pelayanan ketenagakerjaan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya

Maryono mengatakan, Joker menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengakses informasi lowongan kerja melalui platform digital. Melalui layanan tersebut, pencari kerja dapat mendatangi langsung Kantor Disnaker untuk mengetahui perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

“Kenapa kita membuat seperti ini? Karena tentunya tidak semua masyarakat membaca informasi itu melalui media sosial. Kadang mereka berkunjung ke kantor untuk mencari lowongan pekerjaan kepada Disnaker. Nah, pojok kerja inilah diluncurkan pada hari ini untuk memudahkan mereka mencari informasi di perusahaan mana saja yang sedang membutuhkan karyawan atau tenaga kerja,” ujar Maryono saat diwawancarai.

Joker dibuka setiap Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Layanan ini melengkapi program bursa kerja atau job fair yang selama ini rutin digelar setiap bulan, termasuk kegiatan rekrutmen di berbagai lokasi, kegiatan pemerintah daerah, hingga sekolah-sekolah.

Maryono menuturkan, Pemkot Tangerang terus menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), forum HRD, dan sejumlah perusahaan untuk menghimpun informasi kebutuhan tenaga kerja. Dengan begitu, informasi lowongan yang tersedia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pencari kerja.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menjelaskan, jumlah lowongan yang tersedia melalui Joker tidak selalu sama setiap pekan. Informasi yang disampaikan menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dan formasi jabatan yang dibuka masing-masing perusahaan.

“Kita tetap bekerja sama dengan FKP3I (forum HRD) juga dengan Apindo. Kaitan dengan informasi lowongannya, kita tidak bisa menentukan jumlahnya, baik formasi jabatan maupun perusahaan, karena itu tergantung dari kebutuhan karyawan yang dilakukan oleh setiap perusahaan,” jelas Ujang.

Ia menambahkan, Joker diperuntukkan bagi warga Kota Tangerang yang membutuhkan informasi pekerjaan. Disnaker secara berkala berkoordinasi dengan perusahaan untuk menghimpun informasi lowongan, kemudian menyampaikannya kepada masyarakat melalui layanan tersebut setiap Jumat.

Selain menyediakan informasi lowongan kerja, Disnaker juga memperkuat kompetensi pencari kerja melalui pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang berminat meningkatkan kemampuan bahasa sebagai bekal memasuki pasar kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

Setiap angkatan pelatihan diikuti 16 peserta agar proses pembelajaran lebih terarah. Pelatihan bahasa Jepang berlangsung selama tiga bulan, sedangkan pelatihan bahasa Inggris dilaksanakan selama satu setengah bulan. Dalam mendukung proses penempatan kerja ke luar negeri, Disnaker juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK).

Usai meresmikan Joker dan ULD, Maryono turut meninjau pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dengan sistem on the job training (OJT), serta pelatihan bahasa Inggris dan Jepang yang berlangsung di lingkungan Disnaker Kota Tangerang.

Di sisi lain, keberadaan ULD menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelayanan ketenagakerjaan. Layanan ini tidak hanya berkaitan dengan akses informasi pekerjaan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas saat mengakses pelayanan di Kantor Disnaker.

Ujang berharap, kehadiran ULD dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah maupun perusahaan swasta untuk menyediakan fasilitas dan pelayanan yang ramah disabilitas. Berbeda dengan Joker yang beroperasi setiap Jumat, ULD memberikan pelayanan setiap hari kerja sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif.

Melalui Joker dan ULD, Pemkot Tangerang berharap masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses informasi pekerjaan dan meningkatkan kompetensi. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperluas kesempatan kerja yang terbuka bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas. (*)

Pos terkait