SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan.
Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Hamdaniar mengatakan, kewaspadaan dilakukan dengan memperkuat surveilans dan pemantauan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas.
“Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 5 Oktpber 2026.
Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Tangsel pada minggu ke-36, tercatat 256 kasus Influenza Like Illness (ILI). Namun, kasus ILI tidak seluruhnya disebabkan Influenza A karena penyebabnya dapat berasal dari influenza tipe A, B maupun C.
Sementara itu, berdasarkan laporan Sentinel ILI di Puskesmas Serpong 1 melalui aplikasi New All Record (NAR), terdapat delapan kasus Influenza A yang terkonfirmasi. “Delapan kasus tersebut tercatat pada 19 Agustus 2026 sebanyak satu kasus, 1 September tiga kasus, 14 September dua kasus, dan 15 September dua kasus,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh kasus terkonfirmasi mengalami gejala yang sesuai dengan indikator ILI, yakni demam sekitar 38 derajat Celsius, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Sampel pemeriksaan kemudian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.
Allin mengimbau masyarakat meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menekan risiko penularan. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.
Selain vaksinasi, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam. Setelah itu, tisu harus segera dibuang dan tangan dicuci menggunakan sabun serta air mengalir.
“Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika sedang sakit. Penggunaan masker dapat menjadi langkah tambahan untuk mengurangi penyebaran virus, terutama ketika berada di tempat umum,” jelasnya.
Warga yang mengalami gejala influenza juga dianjurkan tetap berada di rumah dan membatasi kontak dekat dengan orang lain. Kondisi ruangan perlu diperhatikan dengan memastikan ventilasi dan sirkulasi udara berjalan baik.
Kontak dengan orang yang sedang sakit juga sebaiknya dihindari, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.
Dinkes Kota Tangsel meminta masyarakat segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam sekitar 38 derajat Celsius disertai batuk, pilek atau sakit tenggorokan, terlebih jika gejala semakin berat.
“Dinas Kesehatan Kota Tangsel bersama fasilitas pelayanan kesehatan akan terus melakukan surveilans Influenza-Like Illness (ILI), pemantauan kasus, deteksi dini, serta penguatan edukasi kepada masyarakat,” tutupnya. (*)










