Tuan Rumah Disinyalir Minta Medali Emas untuk Juara Umum

Flayer Porprov VII Banten yang tayang di IG Porprov7Banten.

BANTENEKSPRES.CO.ID, TANGERANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten di Kota Tangerang Selatan, 15-23 November 2026 semakin menunjukkan keganjilan dalam pelaksanaan tahapan pendaftaran. Hingga saat ini tahapan pendaftaran yang masuk dalam Entry By Number/Class masih belum dipastikan kapan dilakukan mengingat jadwal awal yang ditetapkan sudah terlewati.

Seharusnya dari jadwal yang telah ditetapkan PB Porprov pelaksanaan tahapan pendaftaran Entry by Number/Class sudah selesai tahap pelaksanaanya. Tahapan ini dimulai tanggal 1 Juli hingga 15 Juli 2026. Namun hingga hari ini tahapan belum terlaksana karena belum disampaikan link pendaftaran kepada masing-masing KONI Kabupaten dan Kota sebagai peserta.

Bacaan Lainnya

Selain itu dalam proses pendaftaran, saat ini mencuat rumor permintaan tuan rumah untuk bisa menjadi juara umum di masing-masing cabor yang dipertandingkan.

Rumor ini terkuak dari hasil rapat koordinasi KONI Kabupaten Tangerang dengan 56 cabor peserta Porprov dan pengurus cabor di Kota Tangerang. Dari rapat koordinasi terkuak KONI Kota Tangsel melalui pengcab atau technical delegate yang sebagian berasal dari Kota Tangsel meminta agar mereka bisa mendulang medali 50 persen dari nomor atau kelas yang dilombakan.

“Iya ada permintaan dari Kota Tangsel untuk juara umum, sebelum keluar daftar cabor yang dipertandingkan ada ancaman kalau nggak bisa maka cabor tidak akan dipertandingkan. Tapi sekarang polanya diubah dengan mempertandingkan nomor-nomor yang tidak ada di PON dan menghilangkan nomor andalan Kota dan Kabupaten lain,” ucap salah satu pengurus cabor yang tidak mau disebut identitasnya.

Hal ini juga diamini oleh salah satu pengurus cabor dari Kota Tangerang yang menyebut permintaan tersebut dilayangkan khusus oleh pimpinan olahraga di Kota Tangsel. Mereka meminta kepada cabor untuk bisa merealisasikan Tangsel bisa menjadi juara umum di cabor tersebut, namun mereka tolak.

“Ini akan merugikan kita karena kami adalah cabor yang sulit dalam pembinaan, sekarang cabor kami sedang bergerak maju dalam hal pembinaan. Kalau kami penuhi keinginan mereka bubar cabor kita, dan mereka mengancam cabor kita tidak dipertandingkan dan kami persilahkan untuk melakukan itu,” ucap sumber.

“Namun kami beri info ke mereka kami ini cabor Olimpiade dan PON yang wajib dipertandingkan. Kalau kami tidak dipertandingkan akan jadi preseden buruk buat Porprov,” tukasnya.(*)

Pos terkait