PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kemacetan parah yang rutin terjadi setiap pagi di Jalan Raya Cadas-Kukun, tepatnya area Jembatan Kuning, Kampung Pabuaran, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang membeberkan sejumlah faktor utama penyebab penumpukan kendaraan di jalur sibuk tersebut.
Kepala Dishub Kabupaten Tangerang H. Jainudin mengungkapkan, berdasarkan hasil kajian V/C Ratio (Volume to Capacity Ratio), ruas jalan Cadas-Kukun saat ini memiliki LOS (Level of Service) D dengan nilai 0,84.
Angka ini menunjukkan bahwa kondisi arus lalu lintas di wilayah tersebut sudah mendekati batas kapasitas maksimal.
“Kondisi arus lalu lintas sudah tidak stabil karena volume kendaraan jauh lebih besar daripada kapasitas ruas jalan yang ada. Akibatnya, hambatan kecil seperti kendaraan mogok, mobil berbelok, atau pejalan kaki langsung memicu antrean panjang,” ujar Jainudin saat dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2026.
Selain faktor kapasitas jalan, Jainudin menambahkan bahwa penumpukan kendaraan di area Jembatan Kuning diperparah oleh adanya persimpangan dan tingginya volume kendaraan pada jam berangkat kerja.
Situasi ini kian buruk akibat rendahnya kedisiplinan sebagian pengendara.
“Kurangnya kesadaran pengemudi yang nekat memasuki lajur berlawanan arah menjadi salah satu pemicu utama terganggunya kelancaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan,” tegasnya.
Untuk mengatasi kesemrawutan tersebut, Dishub Kabupaten Tangerang telah mengambil langkah cepat di lapangan.
Personel perhubungan kini rutin ditempatkan di titik-titik rawan pada jam-jam sibuk pagi hari guna mengurai kebuntuan arus.
Selain penyiagaan personel, Dishub juga menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memasang median jalan sementara menggunakan water barrier.
Pemasangan pembatas ini sengaja dilakukan untuk mengunci lajur agar tidak ada pengendara nakal yang menerobos jalur lawan arah.
Namun, Dishub menyadari bahwa penanganan di lapangan hanya bersifat jangka pendek.
Sebagai solusi permanen, Jainudin menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dan menyodorkan hasil kajian titik kemacetan kepada dinas teknis terkait.
Dishub merekomendasikan adanya peningkatan kapasitas jalan melalui opsi pelebaran jalan, perbaikan geometrik simpang, hingga pembukaan jalan alternatif baru demi menyembuhkan kemacetan kronis di wilayah Pasar Kemis tersebut. (*)
Reporter: Zakky Adnan











