BUMDes Putra Mandiri Kibin Hasilkan 130 Kilogram Telur Perhari

Kepala Desa Kibin Ahmad Syamsudin saat diwawancarai wartawan kemarin.

KIBIN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putra Mandiri Kibin, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, mulai menunjukkan hasil positif dari pengembangan usaha peternakan ayam petelur.

Dalam satu kali panen perharinya mampu menghasilkan hingga 130 kilogram telur ayam, yang tentunya sebagai bagian dari upaya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi desa.

Bacaan Lainnya

Saat ini BUMDes Putra Mandiri baru memiliki satu kandang ayam petelur, dengan jumlah ayamnya sebanyak 2.400 ekor dan kini pihaknya sedang membangun dua kandang baru yang mampu memelihara sampai 8.000 ekor ayam.

Kepala Desa Kibin Ahmad Syamsudin mengatakan, usaha peternakan ayam petelur yang dilaksanakan BUMDes Putra Mandiri Kibin sudah berjalan satu tahun, yang perharinya mampu menghasilkan telur kurang lebih 130 kilogram.

“Satu kandang itu populasinya ada sekitar 2.400 ayam, Alhamdulillah per hari menghasilkan telur sekitar 1 kuintal 30 kilogram,” katanya saat diwawancarai wartawan kemarin di Puskesmas Kibin, Jumat 17 Juli 2026.

Syamsudin mengatakan, produksi telur yang mencapai ratusan kilogram tersebut, sementara ini baru dipasarkan ke masyarakat sekitar hingga ke pasar lokal.

“Untuk saat ini kita ke masyarakat, kualitas telur ini fresh ya karena langsung dari kandangnya,” ujarnya.

Kata Syamsudin, kandang peternakan ayam petelur berdiri diatas tanah milik pemerintah desa, yang baru ada satu kandang dengan populasi ayamnya mencapai 2.400 ekor.

Namun saat ini pihaknya sedang membangun dua kandang ayam baru, yang letaknya berdampingan dengan kandang lama, mampu menghasilkan populasi ayam sekitar 8.000 ekor.

“Sedang dalam proses pembangunan belum selesai, Insyaallah Minggu depan sudah selesai dan mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi desa lainnya se Kabupaten Serang. Karena BUMDes Putra Mandiri Kibin baru satu tahun, tapi mampu menghasilkan usaha yang berpotensi,” ucapnya.

Terkait soal omset pendapatannya, kata Syamsudin, diserahkan ke pihak BUMDes nya sebagai yang managementnya, sedangkan desa hanya membantu jalannya supaya terus menerus berkembang.

“Omsetnya nanti cuman diserahkan ke pihak BUMDes, karena managementnya kan di pihak BUMDes, kalau kita hanya sebatas merintis saja gitu supaya terus berkembang,” tuturnya.

Syamsudin mengaku, kemungkinan besar telur hasil panen dari kandang ayam petelur, kedepannya akan disuplai ke dapur SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebetulnya besar kemungkinan kalau ke depan, kalau kita sudah ada kandang minimal kita targetnya 15 ribu sampai 20 ribu telur kita bisa suplai ke dapur SPPG untuk program MBG,” katanya. (*)

 

 

 

Pos terkait