Pemdes Cangkudu Hadirkan Bunda Literasi, Ajak Masyarakat Kembali Gemar Membaca di Tengah Gempuran Era Digital

Pemdes Cangkudu Hadirkan Bunda Literasi, Ajak Masyarakat Kembali Gemar Membaca di Tengah Gempuran Era Digital
Perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan Kabupaten Tangerang hadir di Desa Cangkudu untuk membantu masyarakat membaca buku. Foto Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, terus berupaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat melalui program Bunda Literasi yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah desa dalam mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk kembali mencintai kegiatan membaca sebagai sumber ilmu pengetahuan dan informasi.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Bunda Literasi diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca sejak usia dini sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat yang belakangan ini mulai menurun akibat perkembangan teknologi digital.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan perpustakaan keliling yang secara rutin menyediakan berbagai koleksi buku bacaan edukatif. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca dan menambah wawasan.

Kepala Desa Cangkudu Abdullah mengatakan, bahwa perkembangan teknologi memang membawa banyak kemudahan. Namun, di sisi lain, hal itu juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat terhadap buku.

“Di era digital seperti sekarang ini, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone. Hampir semua informasi dicari melalui gawai, sehingga buku perlahan mulai ditinggalkan. Padahal, buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang sangat penting dan memiliki nilai edukasi yang luar biasa,” ujar Abdullah kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 28 Juni 2026.

Menurutnya, Bunda Literasi hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi menjadi motor penggerak budaya membaca di Desa Cangkudu.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat, terutama anak-anak, agar kembali akrab dengan buku. Membaca adalah investasi ilmu yang manfaatnya akan dirasakan sepanjang hayat. Karena itu, kami menggandeng Dinas Perpustakaan Kabupaten Tangerang agar program ini berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Abdullah menjelaskan, keberadaan perpustakaan keliling juga menjadi sarana yang efektif untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.

“Dengan perpustakaan keliling, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari bahan bacaan. Buku hadir langsung di lingkungan mereka. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk membangun kebiasaan membaca di tengah keluarga maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia berharap, kehadiran Bunda Literasi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap budaya membaca dapat tumbuh kembali di Desa Cangkudu. Jangan sampai buku hanya menjadi pajangan di rak atau bahkan tidak pernah disentuh. Semakin banyak membaca, semakin luas wawasan dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdullah mengajak para orang tua agar turut berperan dalam menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak sejak dini.

“Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus menjadi contoh dengan membiasakan membaca di rumah. Jika budaya membaca ditanamkan sejak kecil, maka akan lahir generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (*)

Pos terkait