Skor Kelayakan Melampaui Batas, Aktivis Senior Sambut Positif Tangerang Utara Siap Mekar

Skor kelayakan Kabupaten Tangerang Utara dilaporkan melampaui batas minimal disambut positif oleh Aktivis senior wilayah Pantura Abil. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wacana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Tangerang Utara semakin mendekati kenyataan.

Kabar mengenai skor kelayakan yang telah melampaui batas minimal disambut positif oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk aktivis di wilayah Pantura.

Bacaan Lainnya

Aktivis senior Pantura Tangerang Ahmad Alwi Satibi Sidiq atau yang akrab disapa Abil menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian skor tersebut.

Menurutnya, hasil kajian yang menunjukkan angka di atas ambang batas minimal menjadi bukti kuat bahwa Tangerang Utara sudah sangat layak untuk berdiri sendiri.

“Kalau bicara kelayakan, sudah sangat layak Tangerang Utara dimekarkan. Sebagai masyarakat, kami sangat berbahagia mendengar informasi bahwa skornya sudah melampaui batas minimal,” ujar Abil saat memberikan tanggapan terkait progres DOB Tangerang Utara, Selasa, 14 April 2026.

Meskipun skor kelayakan sudah terpenuhi, Abil mengingatkan perjalanan menuju pemekaran daerah masih membutuhkan kerja keras kolektif.

Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) dan anggota DPRD asal Tangerang Utara untuk segera melengkapi seluruh ketentuan dan syarat yang diperlukan.

Tak hanya di tingkat daerah, Abil juga menaruh harapan besar pada wakil rakyat di tingkat Nasional.

“Kami berharap DPR RI, khususnya yang berasal dari Tangerang Utara, untuk mengawal proses ini ke kementerian terkait. Ini penting agar harapan masyarakat bisa terealisasi sesuai rencana,” ujarnya.

Menyongsong lahirnya kabupaten baru, Abil menyoroti beberapa sektor krusial yang harus dipersiapkan sejak dini, di antaranya kehadiran perguruan tinggi atau kampus-kampus di wilayah utara guna peningkatan kualitas SDM, perbaikan dan pembangunan akses jalan yang memadai dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Sebagai aktivis yang peduli terhadap isu lingkungan, Abil memberikan catatan khusus agar calon Kabupaten Tangerang Utara tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menjaga ekosistem.

“Pembangunan di Tangerang Utara ke depan harus berwawasan lingkungan. Harus ada keseimbangan antara infrastruktur bangunan dengan lingkungan hidup. Jadi, pembangunan dan lingkungan harus selaras, tidak boleh ada ketimpangan,” ujarnya.

Menurutnya, pemekaran Kabupaten Tangerang Utara diprediksi akan membawa perubahan signifikan bagi pelayanan publik dan pemerataan ekonomi di wilayah pesisir Tangerang.

Dengan skor kelayakan yang sudah dikantongi, kini bola panas berada di tangan pembuat kebijakan untuk memastikan target tahun 2028 tercapai. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait