TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Perang antara Iran dengan Amerika Serikan dan Israel tidak menutup penyelenggaraan ibadah haji di 2026. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tangerang Abdullah Hasyim saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Selasa 14 April 2026.
Ia mengatakan, keputusan penyelenggaraan ibadah haji diambil pemerintah usai rapat dengar pendapat antaran kementerian haji dan DPR RI. Tak hanya itu, pertimbangan berikutnya melihat perkembangan terkini akan konflik di Timur Tengah sudah ada gencatan senjata.
“Kementerian haji sudah mengumumkan bahwa haji tetap berjalan dan pemerintah Arab Saudi membuka dan kita pun di sini persiapan hampir 100 persen. Rutenya saja yang berbeda mengambil rute yang aman demi keselamatan warga negara sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Ia memaparkan, sebelum diambil keputusan penyelenggaraan haji tahun 2026 ada tiga opsi yang dibahas pemerintah. Pertama, Pemerintah Arab Saudi 100 persen membuka haji dengan rute yang aman. Kedua, pemerintah Indonesia yang membatalkan dengan risiko uang yang sudah dibayarkan ke Arab Saudi kembali 50 persen atau tidak sama sekali.
Opsi ketiga, Pemerintah Arab Saudi yang membatalkan dengan jaminan uang kembali 100 persen atau ditangguhkan di haji tahun berikutnya. “Opsi ini dibahas Kementerian Haji dan Umroh bersama DPR RI saat konflik sedang memanas kemarin di Timur Tengah. Pada prinsipnya tetap arahan Presiden Prabowo bahwa keselamatan warga negara di atas segalanya,” jelasnya.
Lanjutnya, soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pemerintah memastikan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada calon jemaah haji di tahun 2026. “Pemerintah meng-cover biaya avtur yang naik. Karena arahan Presiden juga tidak boleh dibebankan kepada calon jemaah haji,” jelasnya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo











