Wamen Dikti, Fauzan: Pendidikan Harus Melahirkan Solusi, Bukan Sekadar Lulusan

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengisi materi kuliah umum pada acara Kongres V Aliansi BEM Banten Bersatu.

 

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kuliah umum yang disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, menjadi penutup Kongres V Aliansi BEM Banten Bersatu. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi harus mampu melahirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Senin (13/4/2026).

Bacaan Lainnya

Di hadapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten, Fauzan menyoroti kecenderungan pendidikan yang masih terjebak pada capaian akademik semata. Ia menilai, orientasi tersebut perlu diubah agar lulusan perguruan tinggi benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek akademik semata. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mampu menjawab tantangan sosial yang terus berkembang.

“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan zaman,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan ideal adalah yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa, sekaligus menciptakan generasi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

Menurut dia, mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi pengamat, melainkan hadir sebagai solusi di tengah berbagai persoalan yang ada.

“Kita bangsa yang slow, motivasi untuk bangkitnya ada tetapi gerakannya lemah lembut,” sebutnya.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi cerminan bahwa dorongan untuk maju belum diiringi dengan langkah yang cukup cepat dan konkret. Dalam pandangannya, generasi muda harus mampu mematahkan pola tersebut.

“Kalau kita hanya punya semangat tapi tidak diikuti gerakan yang cepat, kita akan terus tertinggal. Dunia ini bergerak cepat, tidak menunggu kita siap,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berhenti di forum atau sekadar berdiskusi, tetapi harus berani turun langsung dan menghadirkan solusi nyata.

“Mahasiswa jangan hanya berhenti di forum atau sekadar berdiskusi, tapi harus berani turun langsung dan menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.

Fauzan juga menekankan bahwa perubahan tidak akan terjadi jika mahasiswa hanya berhenti pada wacana. Ia berharap, pendidikan tinggi dapat menjadi ruang lahirnya aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kampus harus menjadi tempat lahirnya solusi. Bukan hanya mencetak lulusan, tapi mencetak orang-orang yang mampu menjawab persoalan di tengah masyarakat. Kalau tidak ada aksi nyata, maka semua gagasan hanya akan berhenti sebagai wacana,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait