Warga Kompak Tolak Bank Keliling, Kerap Picu Keresahan dan Ganggu Keamanan Lingkungan

Warga Kompak Tolak Bank Keliling, Kerap Picu Keresahan dan Ganggu Keamanan Lingkungan
Warga RW 11, Kampung Sukamiskin, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, tegas tolak adanya bank Keliling di wilayahnya. Foto: Randy/Bantenekapres.co.id

CURUG, BANTENEKSPRES.CO.ID  – Warga Kampung Sukamiskin, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, kompak menolak keberadaan bank keliling (bangke) dan sejenisnya yang dinilai semakin meresahkan lingkungan serta menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas bangke diketahui kerap masuk ke lingkungan permukiman warga dengan menawarkan pinjaman uang secara cepat tanpa prosedur yang jelas.

Bacaan Lainnya

Namun, di balik kemudahan tersebut, warga menilai praktik tersebut justru membawa dampak negatif yang cukup besar, terutama terkait bunga pinjaman yang tinggi dan cara penagihan yang kerap menimbulkan tekanan.

Ketua RW 11 Amad Sodikin menegaskan, bahwa pihaknya bersama warga telah sepakat untuk menolak segala bentuk aktivitas bank keliling di wilayahnya. Kesepakatan tersebut merupakan hasil musyawarah warga demi menjaga kondusifitas lingkungan.

“Kami bersama warga sudah sepakat untuk menolak keberadaan bangke di Kampung Sukamiskin. Kehadiran mereka sangat meresahkan dan berpotensi menimbulkan banyak masalah di tengah masyarakat,” ujar Amad Sodikin kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 12 April 2026.

Menurutnya, praktik bangke tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi warga, tetapi juga dapat merusak keharmonisan keluarga. Ia menilai, kemudahan dalam mendapatkan pinjaman justru menjadi jebakan yang bisa membuat warga terjerat dalam utang berkepanjangan.

“Banyak kasus yang kami lihat, awalnya hanya meminjam sedikit, tapi karena bunga tinggi akhirnya menjadi beban. Ini bisa memicu pertengkaran dalam keluarga dan merusak hubungan sosial di lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amad juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda dengan iming-iming pinjaman cepat yang ditawarkan oleh bangke. Ia meminta warga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari praktik pinjaman ilegal.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak berurusan dengan bangke. Jangan sampai tergoda karena prosesnya mudah, tetapi dampaknya sangat merugikan. Lebih baik mencari solusi yang aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Selain melakukan penolakan, pihak RW juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bank keliling. Warga diminta untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tidak terlibat atau menggunakan jasa bangke.

“Kami juga meminta peran aktif warga untuk segera melapor jika ada bangke yang masuk. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (*)

Pos terkait