Puluhan Bangli di Bantaran Cirarab Dibongkar, titik Awal dari Pasarkemis

Puluhan Bangli di Bantaran Cirarab Dibongkar, titik Awal dari Pasarkemis
Pemkab Tangerang turunkan alat berat tertibkan bangunan di Sungai Cirarab, Kecamatan Pasarkemis, Minggu 12 April 2026.

PASARKEMIS, BANTENEKSPRES.CO.ID – Puluhan bangunan liar di bantaran Sungai Cirarab di Kecamatan Pasarkemis dan Sepatan mulai dirobohkan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung memimpin penertiban.

Maesyal pun ikut menggotong kayu, daun pintu, hingga seng yang juga puing bangunan liar saat penertiban. Tak hanya itu, ia menyapa penghuni bangunan memberikan akan rencana pembongkaran untuk normalisasi Sungai Cirarab.

Bacaan Lainnya

Hal itu ia sampaikan didampingi Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) Iwan Firmansah saat mengecek patok palung Sungai Cirarab.

“Karena ini kalau tidak dibongkar nanti sungai meluap dan membahayakan orang kita juga yang disalahkan,” katanya.

Kepada wartawan, Maesyal mengatakan, penertiban bangunan liar mulai digelar per Minggu, 21 April 2026. Pembongkaran bangli ini sudah melewati kesepakatan dengan warga.

“Sesuai dengan hasil kesepakatan rapat sudah tiga kali kita. Sudah tiga kali rapat dengan seluruh komponen dinas. Baik Dinas Bina Marga Kabupaten, Tata Ruang, Dinas PUPR Banten, Balai Besar Wilayah Sungai, para Camat Pasar Kemis dan juga Camat Sepatan, termasuk pemilik bangunan di sepanjang di bibir Sungai Cirarab ini,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penertiban bangli untuk persiapan normalisasi Sungai Cirarab yang kerap meluap ketika musim penghujan. Tak hanya itu, Maesyal menuturkan, tebing di bantaran sungai sudah mengalami erosi sehingga membayahakan penghuni bangunan.

“Jadi sudah sepakat bahwa pernyataan-pernyataan sudah ditandatangani semua para pemilik bangunan liar. Sosialisasi sudah, alhamdulillah hari ini kita semua melaksanakan penertiban, penataan di bibir sungai, termasuk juga normalisasi Sungai Cirarab. Ini juga pemilik bangunan sudah ada yang mandiri melakukan pembongkaran,” katanya.

Maesyal menjelaskan, aliran air di Sungai Cirarab terhubung ke Situ Gelam sehingga mesti dilakukan normalisasi dan penertiban bangunan.

“Terus juga sudah lihat sendiri teman-teman wartawan tuh, itu dia sudah gerowong tuh, sudah mulai terkikis ya, sudah mulai abrasi, tergerus tanah-tanah di sini. Kami mengkhawatirkan bangunan-bangunan yang ada di sini, di bibir sungai ini, ditempati oleh warga, ditempati usaha. Begitu nanti air itu tinggi, sehingga nanti khawatir ada musibah. Ini kita berupaya untuk melaksanakan kegiatan normalisasi sungai, seiring dengan itu kita akan turap sungai tersebut supaya aman. Supaya aman, jadi meminimalisir banjir, aman, dan keselamatan warga setempat,” paparnya.

Maesyal menyebutkan, bangunan sepanjang bantaran Sungai Cirarab yang diterbitkan masuk wilayah dua kecamatan. Ada 41 bangunan yang masuk wilayah Kecamatan Pasarkemis dan Sepatan ada 21 bangunan.

“Di Sepatan ada 21 bangunan, di Kecamatan Pasarkemis ada 41 bangunan sehingga jumlahnya 62 lebih kurang. Ini hasil kesepakatan, akan kita tertibkan. Mudah-mudahan ini akan menjadi solusi untuk mengurangi banjir. Nanti setelah ini dibongkar, akses masuk alat berat sudah bisa, nanti kita normalisasi. Setelah normalisasi dilanjutkan dengan pemasangan turap. Kami sudah lapor kepada Pak Gubernur, Pak Gubernur Banten sudah support ya. Jadi ini kerja sama kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi, juga dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah BBWS,” jelasnya.(*)

Pos terkait