SEPATAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah utara Kabupaten Tangerang, Kodim 0510/Tigaraksa menggelar patroli skala besar pada Senin malam, 6 April 2026.
Dengan mengerahkan Kendaraan Taktis (Rantis) Maung, personel menyisir sejumlah titik rawan di kawasan Sepatan dan sekitarnya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Patroli yang dimulai pukul 20.00 WIB ini melibatkan 10 personel bersenjata lengkap.
Kehadiran aparat di lapangan merupakan langkah preventif TNI dalam merespons dinamika keamanan perkotaan serta menjaga kondusivitas ruang publik di wilayah teritorial Kodim 0510/Trs.
Dipimpin oleh Serma Simarno, tim bergerak taktis menggunakan satu unit Rantis Maung dengan pengawalan enam unit sepeda motor dinas.
Rute patroli mencakup jalur strategis mulai dari Jalan Raya Mauk hingga kawasan Pakuhaji.
Beberapa lokasi sensitif yang menjadi fokus pemantauan antara lain SMAN 11 Kabupaten Tangerang, Masjid Al Muttaqin, Pasar Tradisional Sepatan, SPBU di sepanjang rute dan Kantor Kecamatan Sepatan.
”Kegiatan patroli berkendaraan ini merupakan komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah teritorial Kodim 0510/Trs,” ujar Serma Simarno.
Meski tampil dengan perlengkapan taktis lengkap, Kodim 0510/Trs menekankan seluruh rangkaian penyisiran dilakukan dengan pendekatan persuasif.
Kehadiran personel di tengah masyarakat bertujuan untuk menekan angka kriminalitas malam hari tanpa menghilangkan sisi humanis TNI.
Hasil pemantauan di sepanjang Jalan Raya Laksana hingga Jalan Raya Kramat menunjukkan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan kondusif.
Tidak ditemukan adanya gesekan antar-warga maupun potensi gangguan keamanan yang berarti.
Menjelang tengah malam, seluruh personel kembali ke Makoramil 10/Sepatan sebagai titik akhir operasi.
Berdasarkan laporan resmi, operasi berakhir dengan status nihil insiden.
Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan masyarakat di wilayah Sepatan dan sekitarnya dapat beristirahat dengan tenang serta menjalankan aktivitas ekonomi di pasar tradisional tanpa rasa khawatir akan bayang-bayang kerawanan. (*)










