Salah satu warga yang terdampak banjir di kecamatan Legok akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Legok. Randy/Bantenekspres.co.id

Peduli Warga Banjir, Puskesmas Legok Buka Layanan Kesehatan Gratis

LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Puskesmas Legok menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Legok dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak genangan air akibat luapan sungai di sejumlah titik.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi kesehatan warga pascabanjir yang rentan terserang berbagai penyakit. Pihak Puskesmas Legok bahkan menyatakan kesiapan menerima warga kapan pun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Kepala Puskesmas Legok, dr. Riesda Nandini Yanumasari, mengatakan bahwa banjir seringkali memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan yang harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi wabah di masyarakat.

“Kami dari Puskesmas Legok siap membantu masyarakat yang terdampak banjir. Warga dipersilakan datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, karena biasanya setelah banjir banyak keluhan kesehatan yang muncul,” ujar dr. Riesda saat ditemu Bantenekspres.co.id i, Selasa 7 April 2026.

Menurutnya, beberapa penyakit yang paling sering ditemukan saat dan setelah banjir di antaranya gangguan kulit seperti gatal-gatal, diare atau muntaber, infeksi saluran pernapasan, hingga demam akibat kondisi lingkungan yang lembap dan kurang higienis.

“Air banjir membawa banyak kuman dan bakteri. Kontak langsung dengan air yang tercemar dapat menyebabkan penyakit kulit, sementara sanitasi yang terganggu bisa memicu muntaber. Karena itu kami mengimbau warga agar segera memeriksakan diri jika merasakan gejala,” jelasnya.

Ia menegaskan, tenaga kesehatan Puskesmas Legok juga terus melakukan pemantauan kondisi warga serta memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran penyakit pascabanjir.

“Kami tidak hanya menunggu warga datang, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, serta memastikan air yang dikonsumsi sudah bersih dan matang,” tambahnya.

dr. Riesda juga memastikan seluruh tenaga medis disiagakan untuk menghadapi potensi peningkatan pasien akibat dampak banjir. Pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dengan prioritas kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Kesehatan masyarakat menjadi prioritas kami. Sesuai visi dan misi Kabupaten Tangerang, pelayanan kesehatan harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat kondisi darurat seperti banjir,” tegasnya.

Ia berharap warga tidak menunda pemeriksaan kesehatan meski hanya mengalami gejala ringan, karena penanganan sejak dini dinilai mampu mencegah kondisi menjadi lebih serius.

“Jangan menunggu sakit parah. Jika merasa gatal, diare, demam, atau keluhan lain setelah terkena banjir, segera datang ke Puskesmas Legok. Kami siap melayani,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait