Jangan Tunggu Sakit! drg. R.A. Syanti W. Astuty, Ungkap Rahasia Senyum Sehat Sejak Dini

Jangan Tunggu Sakit! drg. R.A. Syanti W. Astuty, Ungkap Rahasia Senyum Sehat Sejak Dini
drg. R.A. Syanti W. Astuty, Dokter Gigi Spesialls Periodontis Bethsaida Hospital dalam acara Shine and Smile (Glow Fest) by 10Xhibition di Living World Alam Sutera, Serpong, Sabtu malam 4 April 2026. Foto: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kesehatan gigi dan mulut seringkali menjadi hal nomor dua bagi sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, gangguan pada rongga mulut bisa berdampak serius pada kualitas hidup. Pada akhirnya, kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi kini mulai bergeser.

Jika dulu orang datang ke dokter gigi hanya saat merasa sakit, tren saat ini menunjukkan bahwa peningkatan signifikan pada perawatan estetika dan pencegahan sejak dini.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan oleh drg. R.A. Syanti W. Astuty, Dokter Gigi Spesialls Periodontis Bethsaida Hospital dalam acara workshop Shine and Smile (Glow Fest) bertempat di Living World Alam Sutera, Serpong, Sabtu Malam 4 April 2026.

Menjaga kesehatan rongga mulut bukan hanya soal senyum yang menawan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.

drg. R.A. Syanti W. Astuty, Dokter Gigi Spesialls Periodontis Bethsaida Hospital, menekankan bahwa pembersihan karang gigi secara rutin setiap enam bulan sekali adalah kewajiban, meski seseorang merasa sudah rajin menyikat gigi.

“Selama kita masih makan, pasti akan ada plak yang terbentuk. Sikat gigi saja tidak bisa seratus persen membersihkan sisa-sisa tersebut. Oleh karena itu, kontrol rutin enam bulan sekali sangat penting untuk melihat kondisi gigi, gusi, serta rongga mulut secara menyeluruh,” ujar Syanti kepada bantenekspres.co.id pada Sabtu malam 4 April 2026.

Menariknya, prosedur estetika kini menempati urutan tiga teratas kasus yang paling sering ditangani di Bethsaida Hospital, bersaing dengan kasus gigi berlubang dan masalah gigi bungsu. Pasien kini lebih selektif dalam menginginkan tampilan gigi yang tidak hanya rapi, tetapi juga terlihat natural.

Uniknya, di Bethsaida Hospital, prosedur estetika seperti pemberian veneer dilakukan dengan pendekatan holistik yang mempertimbangkan karakter kepribadian pasien.

“Kami menyesuaikan bentuk gigi dengan karakter pasien, apakah mereka cenderung melankolis atau sanguinis. Hal ini berpengaruh pada bentuk wajah tanpa perlu operasi. Misalnya, karakter sanguinis yang ceria mungkin cocok dengan bentuk gigi tertentu yang berbeda dengan karakter melankolis yang lebih sensitif,” jelas Syanti.

Selain estetika, R.A. Syanti W. Astuty, juga mengimbau para orang tua untuk tidak ragu membawa anak mereka ke dokter gigi sedini mungkin, idealnya sejak usia dua tahun. Hal ini bertujuan agar anak terbiasa dengan suasana klinik dan dokter dapat mendeteksi kelainan susunan gigi sejak awal.

Perawatan yang dilakukan sejak dini dapat mencegah prosedur yang lebih rumit di masa remaja. Dengan teknologi canggih seperti foto CBCT yang tersedia di Bethsaida Hospital Dental Center, diagnosa dapat ditegakkan dengan lebih akurat untuk memastikan tindakan yang tepat bagi pasien dari segala usia.

Tak hanya itu, Syanti juga memberikan tips singkat dalam menjaga kesehatan gigi agar gigi selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

“Sikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Kedua, Dental Flossing yaitu gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan. Ketiga pola makan, perbanyak konsumsi sayuran berserat dan kurangi makanan atau minuman manis seperti boba atau makanan berkadar gula tinggi. Terakhir, kontrol rutin dengan kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” tuturnya.

Syanti mengimbau, bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, Bethsaida Hospital Dental Center hadir sebagai solusi one-stop service. Fasilitas ini didukung oleh 15 dokter gigi spesialis yang berpengalaman dan teknologi medis terbaru.

‘Kombinasi antara keahlian dokter dan alat yang canggih memastikan setiap pasien mendapatkan diagnosa yang akurat dan perawatan yang tepat sasaran,” tutupnya. (*)

Pos terkait