TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana GOR Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, dipenuhi riuh tepuk tangan dan semangat kompetisi saat ratusan atlet dari berbagai daerah berkumpul dalam Kejuaraan Nasional Tenis Meja Gubernur Banten Cup 2026.
Ajang ini tak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga panggung lahirnya talenta-talenta masa depan tenis meja Indonesia.
Sebanyak 665 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, bahkan menghadirkan nuansa internasional dengan keikutsertaan atlet dari Korea Selatan dan Korea Utara.
Kehadiran para atlet lintas negara tersebut menjadi warna tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa kejuaraan ini mulai mendapat perhatian lebih luas di tingkat internasional.
Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Banten Irwan Hengki menegaskan, bahwa kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan semata, melainkan juga sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
“Kejuaraan ini menjadi wadah untuk menjaring bibit unggul sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang berkualitas bagi para atlet,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya nilai sportivitas dalam setiap pertandingan. Menurutnya, karakter dan semangat juang menjadi hal utama yang harus dimiliki setiap atlet.
Ajang ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Walikota Tangerang Sachrudin, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa olahraga tenis meja mendapat perhatian serius sebagai cabang olahraga potensial yang mampu mengharumkan nama daerah.
Bagi panitia dan atlet, dukungan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi juga menjadi suntikan motivasi untuk terus mengembangkan prestasi.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari kelompok umur hingga kategori umum dan beregu, di antaranya:
1. Kelompok umur 13, 15, dan 20 tahun (putra dan putri)
2. Tunggal umum se-Banten
3. Beregu campuran nasional
4. Kategori divisi/ganda usia 15–17
Selain itu, terdapat pula kategori Executive Premium, yang turut menambah daya tarik kompetisi.
Dengan beragamnya kategori, persaingan dipastikan berlangsung ketat sekaligus membuka peluang bagi atlet dari berbagai level untuk unjuk kemampuan.
Di balik ketatnya pertandingan, kejuaraan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar-atlet dan komunitas tenis meja dari berbagai daerah.
“Interaksi antar peserta, pelatih, hingga official menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat ekosistem olahraga tenis meja di Indonesia,” katanya.
Irwan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejuaraan Nasional Tenis Meja Gubernur Banten Cup 2026 yang dinilai menjadi momentum penting dalam pengembangan prestasi tenis meja di daerah.
Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Kejuaraan ini memiliki nilai strategis, karena tidak hanya menghadirkan persaingan yang sehat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menjaring bibit-bibit unggul yang akan dipersiapkan menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keikutsertaan atlet dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, sebagai indikator bahwa tenis meja di Banten semakin berkembang dan mendapat perhatian luas.
“Kami melihat antusiasme peserta yang sangat tinggi, termasuk kehadiran atlet dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa kejuaraan ini memiliki daya tarik dan kualitas yang semakin baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Lebih lanjut, Irwan menegaskan komitmen PTMSI Banten untuk terus mendorong pembinaan atlet secara sistematis dan berkelanjutan.
“Kami berharap kejuaraan seperti ini dapat terus digelar secara konsisten, sehingga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga yang kuat. Dengan demikian, Banten dapat melahirkan atlet-atlet tenis meja yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam pembinaan atlet jangka panjang.
Dengan meningkatnya kualitas kompetisi dan partisipasi internasional, Banten berpotensi menjadi salah satu pusat perkembangan tenis meja nasional.
“Semoga dari sini lahir atlet-atlet hebat yang bisa membawa nama Indonesia ke tingkat dunia,” harapnya.(*)











