MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 1 Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus menjaga tradisi religius yang telah menjadi budaya sekolah, yakni membaca Surat Yasin dan zikir bersama sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan oleh seluruh siswa dan guru sebagai bentuk pembiasaan spiritual agar ilmu yang diperoleh selama proses pembelajaran dapat memberikan manfaat serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMPN 1 Mauk Koid Munajat mengatakan, bahwa kegiatan membaca Yasin dan zikir bersama bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa sebelum menuntut ilmu, hati harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan membaca Surat Yasin dan berzikir bersama, diharapkan ilmu yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami dan bermanfaat,” ujar Koid Munajat kepada Bantenekspres.co.id, Senin 2 Maret 2026.
Menurutnya, tradisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan menjadi identitas sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif.
“Kegiatan ini adalah budaya positif yang terus kami pertahankan. Kami percaya pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan spiritual siswa,” katanya.
Memasuki bulan Ramadan, kegiatan membaca Yasin dan zikir bersama tetap dilaksanakan tanpa perubahan. Bahkan, suasana religius terasa semakin kuat karena siswa menjalankan ibadah puasa sekaligus mengikuti pembelajaran di sekolah.
“Walaupun dalam kondisi berpuasa, siswa tetap mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ramadan justru menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan kedisiplinan siswa,” jelasnya.
Koid Munajat menambahkan, pihak sekolah berharap kebiasaan baik tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat.
“Kami berharap pembiasaan ini tertanam dalam diri siswa. Jadi bukan hanya dilakukan saat di sekolah atau bulan Ramadan saja, tetapi menjadi karakter yang terus mereka jalankan sepanjang hidup,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, bahwa pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, siswa SMPN 1 Mauk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu menggunakan ilmu yang dimiliki untuk hal-hal positif,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan











