Kecewa Tak Diberdayakan, Relawan Jawara Tangerang Resmi Bubarkan Diri

Merasa tidak diberdayakan setelah satu tahun kemenangan, Relawan Jawara Tangerang resmi membubarkan diri dan menarik dukungan dari Bupati. Foto: Jaringan Relawan Jawara Tangerang for bantenekspres.co.id

SEPATAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Peta pendukung Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, mengalami pergeseran.

Jaringan Relawan Jawara Tangerang yang menjadi salah satu garda terdepan dalam memenangkan Maesyal Rasyid, resmi menyatakan pembubaran organisasi, Selasa, 24 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Keputusan mendadak ini diambil setelah para relawan merasa diabaikan dan tidak mendapatkan pembinaan pasca kemenangan Maesyal Rasyid dalam Pilkada 2024 silam.

Pendiri Relawan Jawara Tangerang Imam Fachrudin mengungkapkan, langkah ekstrem ini merupakan akumulasi dari kekecewaan para anggota.

Menurutnya, selama satu tahun menjabat, pihak Bupati tidak memberikan ruang pemberdayaan bagi komunitas yang telah berjuang.

“Kurang lebih satu tahun sejak Pak Maesyal terpilih menjadi Bupati Tangerang, relawan ini tidak diberdayakan, bahkan disentuh pun tidak,” tegas Imam dalam keterangannya.

Imam menyayangkan sikap pihak yang didukungnya, mengingat Jawara Tangerang memiliki andil dalam membangun political influence selama masa kampanye.

Sejak dideklarasikan pada 10 Maret 2024 di Balekita Rajeg, komunitas ini fokus memperluas jaringan dukungan untuk memastikan kemenangan Maesyal.

“Kita memang bukan mesin politik seperti partai, namun kita punya andil dalam memberikan pengaruh sosial yang memengaruhi partisipasi masyarakat untuk memilih Pak Maesyal Rasyid,” tambah Imam.

Setelah melalui pertimbangan matang selama 12 bulan terakhir, Imam menilai bahwa kontribusi relawan tidak lagi dimaknai sebagai bagian dari ekosistem pendukung kekuasaan saat ini.

“Saya kira satu tahun sudah cukup melihat situasi dukungan kita yang tidak dimaknai. Maka kami putuskan untuk membubarkan komunitas ini dan menarik dukungan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait