Serang Mengaji Resmi Diluncurkan, Berantas Buta Huruf Al-Quran

Serang Mengaji Resmi Diluncurkan, Berantas Buta Huruf Al-Quran
Siswa mengikuti acara launching Serang Mengaji di Alun Alun Barat, Kota Serang. Foto Aldi Alpian Indra/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi meluncurkan program Serang Mengaji yang dirangkaikan dengan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 H di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat 13 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti ribuan siswa sekolah negeri dan swasta serta para santri dari berbagai wilayah di Kota Serang.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Ar-Rahman secara bersama-sama. Para peserta duduk berbaris rapi sambil membawa mushaf masing-masing. Launching ini menjadi penanda dimulainya gerakan pemberantasan buta huruf Alquran secara masif di Kota Serang.

Bacaan Lainnya

Ketua Satgas Serang Mengaji, KH Enting Abdul Karim, mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret membangun generasi yang kuat secara spiritual.

“Menjelang Ramadan ini, anggota Satgas sudah mencatat 333 kali khatam Alquran. Ini menjadi penyemangat bagi kita untuk terus menggerakkan budaya membaca Alquran di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi gerakan mengaji hingga tingkat lingkungan dan kampung. Ia menegaskan, pembinaan moral dan nilai agama harus dimulai sejak dini.

“Membangun perilaku dan akhlak generasi muda adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, program Serang Mengaji harus kita dukung penuh,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menyebut program Serang Mengaji sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus.

“Ini investasi dunia dan akhirat. Saya mengajak seluruh OPD, camat, lurah, dan jajaran untuk turun langsung memastikan program ini berjalan sampai tingkat lingkungan terkecil,” ujarnya.

Nanang juga menegaskan program tersebut tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Ia mempersilakan anak-anak non-Muslim memperdalam ajaran sesuai keyakinannya masing-masing.

Pemkot Serang turut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengoptimalkan pembelajaran membaca Alquran sejak usia dini, guna menekan angka buta huruf Alquran di masa mendatang. (*)

Pos terkait