760,85 Ribu Warga Banten Masuk Kategori Miskin

Kepala BPS Banten, Dr Yusniar Juliana saat konferensi pers secara virtual, Kamis 5 Februari 2026. Foto: tangkap layar.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, estimasi jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 760,85 ribu orang. Jumlah tersebut turun 11,9 ribu orang terhadap Maret 2025 dan turun 16,64 ribu orang terhadap September 2024.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Banten, Dr Yusniar Juliana saat konferensi pers secara virtual, Kamis 5 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Yusniar mengatakan, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 5,51 persen, mengalami penurunan sebesar 0,12 persen poin terhadap Maret 2025 dan mengalami penurunan sebesar 0,19 persen poin terhadap September 2024.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 760,85 ribu orang, turun 11,9 ribu orang terhadap Maret 2025 dan turun 16,64 ribu orang terhadap September 2024,” katanya.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 5,35 persen, mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 atau 5,58 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2025 sebesar 6,27 persen, lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 atau 5,89 persen.

Dengan begitu, jumlah penduduk miskin September 2025 perkotaan turun sebanyak 12,9 ribu orang dari 627,88 ribu orang pada Maret 2025, menjadi 615,02 ribu orang pada September 2025. Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan meningkat sebanyak 0,9 ribu orang dari 144,90 ribu orang pada Maret 2025, menjadi 145,84 ribu orang pada September 2025.

“Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2025–September 2025, jumlah penduduk miskin perkotaan turun sebesar 12,9 ribu orang sedangkan di perdesaan naik sebesar 0,9 ribu orang,” tuturnya.

Sementara itu, Garis Kemiskinan (GK) pada September 2025 tercatat sebesar Rp715,288/kapita/bulan dengan komposisi GK Makanan sebesar Rp524,678 atau 73,35 persen, dan GK Bukan Makanan sebesar Rp190,610 atau 26,65 persen.

“Dengan memperhatikan komponen GK, yang terdiri dari GK Makanan, dan GK Bukan Makanan, peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan GKM terhadap GK September 2024 sebesar 73,35 persen,” ungkapnya.

Pada September 2025, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki 5,17 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp3.698.039/rumah tangga miskin/ bulan. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait