RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mencatat, 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak semuanya berpotensi terjadi bencana pergerakan tanah, seiring dengan peningkatan cuaca ekstrim saat ini.
“Pemetaan daerah rawan bencana pergerakan tanah tersebut, berdasarkan hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) Bandung belum lama ini,” kata Sukanta, Kepala BPBD Lebak, di Rangkasbitung, Selasa 27 Januari 2026.
Menur dia, potensi pergerakan tanah di 28 kecamatan itu, karena kondisi alamnya terdapat perbukitan, pegunungan, dan aliran sungai.
Untuk itu, Sukanta mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar waspada dan siaga, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Selama ini, kata Sukanta, jumlah rumah yang rusak ringan, sedang, hingga berat akibat pergerakan tanah dari Desember 2025 hingga Senin 26 Januari 2026 sebanyak 146 unit rumah.
“Dari 146 Unit rumah yang terdampak bencana pergerakan tanah, mengakibatkan enam orang meninggal dan satu luka ringan,” terang Sukanta.
Sementara itu Budi (35), warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, mengaku pihaknya khawatir kondisi rumahnya rusak berat dan hampir roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi pekan lalu.
“Jka curah hujan tinggi, kami sekeluarga terpaksa menginap di rumah kerabat karena khawatir roboh,” ujarnya.(*)
Reporter : A Fadilah











