TANGERANG,BANTEN EKSPRES.CO.ID – Jelang perayaan Natal dan libur Tahun Baru (Nataru), Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dipadati ribuan calon penumpang pesawat.
Pjs Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Trisna Wijaya mengatakan, lonjakan penumpang cukup signifikan sejak Jumat, 19 Desember 2025. Tercatat, sebanyak 163.648 penumpang melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Bandara Soekarno Hatta.
“Meningkatnya sekitar 17 persen dari rata-rata harian,” ungkap Trisna dalam keterangannya, Senin, 22 Desember 2025.
Dikatakan Trisna, lonjakan penumpang ini dipicu oleh tingginya minat masyarakat yang akan berlibur ke berbagai destinasi wisata serta pulang ke kampung halaman guna merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.
“Kepadatan calon penumpang terlihat pada terminal 2 dan 3. Lonjakan penumpang ini diprediksi hingga akhir masa liburan Natal dan Tahun baru,” ujar Trisna.
Dia memaparkan, untuk penerbangan domestik, pada terminal 2, tujuan favorit penumpang masih didominasi dengan tujuan Bali, Medan, dan Makassar. Ketiga kota tersebut menjadi pilihan utama wisatawan dan pemudik selama periode libur akhir tahun.
Sedangkan pada penerbangan internasional pada terminal 3, peningkatan jumlah penumpang terutama terjadi pada rute jarak pendek, seperti Malaysia, Singapura, dan Jeddah.
Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk penguatan layanan operasional dan pengaturan arus penumpang, guna memastikan kelancaran serta kenyamanan pengguna jasa bandara selama periode libur akhir tahun.
Sementara itu, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta bersiaga penuh menghadapi lonjakan penumpang pada puncak arus libur Natal dan Tahun Baru.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana mengatakan, pihaknya mengoptimalkan pelayanan keimigrasian untuk kebutuhan mendesak seperti paspor dan izin tinggal. Upaya mengurai kepadatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) juga dilakukan.
“Terminal 3 kedatangan kini dilengkapi 52 autogate yang sudah melayani mayoritas penumpang, ditambah konter manual serta jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Kami juga membentuk tim fast response untuk mengantisipasi gangguan sistem,” ujar Galih.
Galih menyebut pihaknya telah melakukan drilling untuk memastikan layanan tetap berjalan dalam kondisi darurat, termasuk skenario mati listrik atau gangguan sistem.
“Kalau mati lampu, sistem tetap jalan. Kalau sistem mati tapi listrik hidup, kami sudah siapkan solusi cepat,” pungkasnya.(*)









