JATIUWUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID -Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, menggagalkan peredaran ratusan obat keras daftar G jenis Tramadol yang diedarkan tanpa izin di wilayah Kota Tangerang. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabiin mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas jual beli obat keras ilegal di sekitar Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas.
“Informasi dari warga menyebutkan adanya transaksi obat keras di sekitar samping Rumah Sakit Anissa. Menindaklanjuti laporan itu, anggota kami langsung melakukan observasi dan penyelidikan di lokasi,” kata Rabiin, Rabu 17 Desember 2025.
Pengungkapan pertama dilakukan pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial FU di pinggir jalan samping RS Anissa. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua lempeng obat keras jenis Tramadol yang disimpan di saku celana pelaku.
Dalam pemeriksaan awal, FU mengaku mendapatkan obat keras tersebut dari seseorang berinisial W yang kini masih dalam pengembangan penyidikan.
Berdasarkan keterangan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan ke lokasi lain di Kampung Bugel, Kecamatan Karawaci, sekitar pukul 22.00 WIB. Di lokasi tersebut, petugas kembali mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial RM dan H, serta menemukan 12 lempeng Tramadol.
“Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil kami amankan sebanyak 145 butir Tramadol dan tiga unit telepon genggam. Seluruh pelaku beserta barang bukti telah kami bawa ke Polsek Jatiuwung untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Rabiin.
Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengaku memperoleh obat keras tersebut dari wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk kemudian diedarkan kembali di wilayah Tangerang.
Rabiin menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut guna memutus mata rantai peredaran obat keras daftar G yang dinilai meresahkan masyarakat dan membahayakan generasi muda. (*)
Reporter: Ahmad Syihabudin











