Tunjung Teja Bakal Jadi Kawasan Industri, Satu Investor Mulai Lakukan Pembebasan Lahan

Kawasan ini yang akan dijadikan industri dilihat dari atas menggunakan drone, di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Foto : DPMPTSPKabupatenSerang/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, rencananya akan dijadikan kawasan industri, yang nantinya dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Sejauh ini, sudah ada satu investor yang berminat untuk berinvestasi di Kecamatan Tunjung Teja atas nama PT. Jaya Perkasa Sasmita, kini mulai melakukan pembebasan lahan dengan luasannya sekitar 250 hektare.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Pejabat Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal Madya pada DPMPTSP Kabupaten Serang Arif, saat diwawancarai wartawan melalui telepon seluler, Senin 15 Desember 2025.

Arif mengatakan, pada 2022 lalu perusahaan atas nama PT. Jaya Perkasa Sasmita telah mendapat izin berupa Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), yang diproyeksikan untuk kawasan industri di Kecamatan Tunjung Teja.

PKKPR ini merupakan, izin dasar legalitas lahan yang menjadi syarat utama untuk nantinya mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), dan perizinan berusaha lainnya serta menggantikan izin lokasi sebelumnya.

“Sejak 2022 sampai sekarang baru satu investor yang melirik Tunjung Teja, sudah kita keluarkan izin PKKPR nya proyeksinya untuk kawasan industri. Namun, sampai dengan saat ini belum ada izin-izin lanjutan lainnya yang dilakukan PT. Jaya Perkasa Sasmita,” katanya.

Kata Arif, luas lahan yang akan digunakan PT. Jaya Perkasa Sasmita ini 250 hektare yang kini sedang melakukan pembebasan lahannya, untuk direncanakan membangun kawasan industri di dalamnya.

Namun investor tersebut, tidak bisa melanjutkan kegiatannya sebelum mendapatkan izin lainnya seperti, dokumen lingkungan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan sebagainya.

“Kalau untuk menuju kawasan industri itu, harus ada izin lainnya salah satunya dokumen lingkungan, AMDAL, dan sebagainya harus segera dilengkapi. Kalau sudah keluar, baru bisa seperti kawasan industri modern Cikande, sekarang ini baru pembebasan lahannya saja,” ujarnya.

Dikatakan Arif, sejauh ini baru ada satu investor yang tertarik berinvestasi di Kecamatan Tunjung Teja.

Namun, pihaknya terus berupaya mempromosikan kepada para investor melalui pameran-pameran investasi yang sering diadakan.

“Sejauh ini baru satu yang mau berinvestasi, tapi kita suka mengadakan pameran untuk mempromosikan ke para investor, misalnya ada didaerah mana kita ikut promosikan. Tujuannya, supaya bisa membuka banyak lapangan kerja agar masyarakat sekitar tertarik ke dalamnya untuk bisa bekerja,” ucapnya. (*)

 

Pos terkait