BPBD Banten Siap Siaga Hadapi Bencana, Personel Satgas Jaga 24 Jam

Gubernur Banten Andra Soni meninjau peralatan kesiapsiagaan di BPBD Banten, belum lama ini.

SERANG, BANTENESKPRES.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menegaskan kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk cuaca ekstrem dan potensi dampak dari fenomena megatrust yang sedang berkembang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banten, Luthfi mengatakan, bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi menghadapi potensi bencana. Salah satunya dengan menyiapkan personel khusus yakni Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas piket setiap hari, dengan jumlah mencapai 23 orang setiap harinya.

Bacaan Lainnya

“Kami itu ada personel namanya SATGAS, setiap hari yang bertugas itu 21-23 orang. Mereka setiap hari standby, siap melaksanakan tugas ketika terjadi bencana di daerah Banten,” katanya, melalui sambungan telepon seluler, Kamis 11 Desember 2025.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah anggota Satgas yang dipersiapkan mencapai sekitar 65 orang. Mereka bertugas dalam sistem piket 1×24 jam secara bergantian. Personel Satgas ini selalu siaga di Mako BPBD Banten, dan terus berkoordinasi dengan pos-pos BPBD di tingkat Kabupaten/Kota.

“Jadi saat terjadi bencana kita sudah siap, biasanya penanggulangan dilakukan lebih awal oleh BPBD kabupaten/kota, bisa skalanya lebih besar dan membutuhkan banyak personel kita akan turun membantu,” ujarnya.

Selain itu, BPBD Banten melakukan persiapan khusus, dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Terutama untuk penanganan banjir yang saat ini masuk musim hujan dengan intensitasnya tinggi.

“Persiapan khusus tentunya ada, seperti kita cek perlengkapan. Kalau hujan begini kan timbulnya banjir. Jadi, yang kita siap-siapkan adalah mengecek kesiapan alat-alatnya,” jelasnya.

Adapun alat-alat utama yang disiagakan meliputi perahu dengan total sekitar 12 perahu karet dan 8 perahu fiber dengan berbagai jenis dan kapasitas, serta mesin perahu.

Kemudian alat keselamatan pribadi untuk personel seperti life jacket, helm, senter, dan perlengkapan safety lainnya.

“Kita memiliki banyak peralatan untuk penanggulangan kebencanaan yang siap digunakan,” tuturnya.

Meski begitu, Luthfi mengakui bahwa terdapat beberapa alat yang perlu mendapat pembaharuan. Hal itu perlu dilakukan agar penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara optimal.

“Ada yang perlu diperbaharui, ada yang perlu diadakan kembali,” katanya. (*)

 

Pos terkait