Bentuk Pengabdian Masyarakat, Dosen Dan Mahasiswa Unpam Serang Gelar PKM

Mahasiswa Unpam Serang melakukan foto bersama, ketika melaksanakan kegiatan PKM di SMK Negeri I Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, beberapa hari lalu. Foto : Unpam Serang/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Universitas Pamulang (Unpam) Kota Serang, melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini, dilakukan dosen beserta mahasiswa Program Studi Sistem Komputer S1 Unpam, Kota Serang, di SMK Negeri I Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

PKM ini, mengangkat tema pengenalan perangkat Internet of Things (IoT), berupa alat monitoring kualitas air berbasis aplikasi Blynk.

Dalam pelaksanaannya melibatkan tiga kelompok mahasiswa, yang didampingi para dosen untuk memandu jalannya kegiatan.

Rikil Amri selaku dosen pembimbing mengatakan, pengabdian masyarakat merupakan kolaborasi luar biasa antara sekolah dan universitas, yang bertujuan untuk memberikan inspirasi, wawasan, dan semangat kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai sekolah kejuruan, SMK ini memang membekali siswanya dengan keterampilan siap kerja, namun pihaknya sekaligus ingin membuka wawasan bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah peluang besar untuk mengembangkan potensi.

“Kami ingin merubah mindset siswa, universitas ini sangat penting untuk mengembangkan potensi yang lebih besar, dan dapat dipelajari lagi. Kita adakan PKM, agar semangat kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya, Sabtu 18 Oktober 2025.

Sementara itu, Hosea Armando selaku anggota dari kelompok dua Unpam Serang memaparkan, perangkat IoT berupa alat monitoring kualitas air berbasis aplikasi Blynk, menunjukkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena, teknologi ini dapat ditingkatkan dengan fitur pintar menggunakan WiFi dan aplikasi Blynk, sebagai alat untuk mengontrol dan memonitoring air, dan bisa didapatkan aplikasinya secara gratis serta bisa langsung dipraktikkan.

“Para siswa bisa melihat cara kerja perangkat secara nyata, dan bisa mencoba menghubungkan alat pendeteksi kualitas air ke aplikasi Blynk. Bisa melalui, mikrokontroler yang memiliki modul WiFi yaitu NodeMCU Esp8266, banyak siswa mungkin
baru pertama kali belajar bagaimana bisa digunakan dalam perangkat pintar,” katanya.

Hosea Armando mengatakan, kegiatan ini dinilai sangat berkesan bagi siswa dan bisa menjadi motivasi mereka, untuk terus belajar di bidang teknologi serta bisa menjadi ladang usaha jika terus dikembangkan.

Ia berharap, para siswa dapat terinspirasi untuk memanfaatkan teknologi industrial IoT ini di
masa depan.

“Kegiatan ini, tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang teknologi terkini, tetapi untuk mendorong mereka mengaplikasikan industrial IoT dalam berbagai aspek kehidupan dan industri,” ujarnya.

Disisi lain, Wakil Kepala Humas pada SMK Negeri 1 Kragilan Radhian Saprika mengatakan, kolaborasi ini tidak hanya menginspirasi siswa, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Pasalnya, mereka belajar bagaimana mengajar,
berbagi ilmu, dan memahami tantangan yang dihadapi siswa.

“Hubungan antara SMK dan universitas diharapkan terus berlanjut, membentuk ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan mendorong lebih banyak generasi muda untuk berani bermimpi lebih tinggi,” katanya. (*)

Pos terkait