SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni akan melakukan pengecekan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Provinsi Banten.
Pengecekan tersebut dilakukan, untuk memastikan ponpes yang dibangun tidak mengalami gagal kontruksi seperti yang terjadi pada Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
“Nanti akan kita cek, kita data lagi,” katanya, Rabu 8 Oktober 2025.
Maka dari itu, pihaknya akan menyediakan jasa konsultan bangunan secara gratis. Jasa tersebut dapat dilakukan bagi ponpes atau sekolah yang sudah maupun akan dibangun di tanah jawara.
“Makanya kita akan bikin Biro Kesra (kesejahteraan masyarakat-red) tugasnya untuk mengecek (kontruksi bangunan-red), sebab itu harus dipastikan, apalagi kemarin saya juga lihat ada sekolah negeri yang ambles,” ujarnya.
Menurut Andra, kehadiran jasa konsultan tersebut untuk memastikan kontruksi ponpes atau sekolah sesuai dengan persyaratan mutu, keselamatan, keamanan, dan berkelanjutan sesuai degan standar.
“Keselamatan santri juga jadi tanggung jawab kita, nanti kita cek,” terangnya.
Meski begitu, Gubernur Banten ini belum mengetahui total Ponpes yang ada di Provinsi Banten. Namun dirinya berkomitmen agar tragedi ambruk tidak terjadi di Banten.
Diketahui, menurut data Kemenag tahun 2024-2025, terdapat 42.433 pesantren yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Jumlah pesatren tersebut paling banyak berapa di pulau Jawa.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Doddy Hanggodo mengatakan, hingga saat ini baru ada sekitar 50 pondok pesantren yang telah mengantongi izin IMB atau PBG.
Sementara itu, dilansir dari Disway.id, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan duka cita yang cukup mendalam atas insiden tragis yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Namun ia menegaskan tragedi ini harus dijadikan sebagai pembelajaran bahwa keselamatan bangunan Pendidikan harus dijadikan sebagai prioritas, baik itu untuk lembaga pendidikan agama maupun non-agama.
“Ini harus dijadikan sebagai pembelajaran bagi pengelola Pendidikan, bahwa bangunan yang berstrandar kontruksi juga sangat penting bagi keselamatan siswa, para santri, dan mahasiswa,” katanya. (*)










