KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Pemprov Banten mengganjar enam penghargaan untuk Pemkot Tangerang. Penghargaan diberikan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Banten, Sabtu 4 Oktober 2025.
Enam penghargaan diberikan untuk Kota Tangerang atas capaian prestasi program yang mencapai target, bahkan melebihi dari yang ditargetkan.
Yakni, peringkat 1 Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 (atas Kinerja Tahun 2024). Capaian Intervensi Penurunan Stunting Terbaik. Kota dengan Penanggulangan TBC Terbaik 1.
Penghargaan Kepala Daerah atas Capaian CKG Terbaik. Lomba JDIH Award, Kategori EKA ACALAPATI, dan Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Nindya.
Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, diterima langsung Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, didampingi Asisten Pemerintahan Deni Koswara, serta Kepala Dinas Kesehatan Dini Anggraeni di di Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang
Maryono menjelaskan keberhasilan ini atas dukungan dan kerja sama dalam menjaga serta mendukung program pembangunan daerah.
“Semua berkat kerja kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik di Kota Tangerang berjalan dengan baik dan terus meningkat,” katanya.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Tangerang, menjelaskan, sebagian besar penghargaan yang diraih berasal dari sektor kesehatan, bidang yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Tangerang dan sejalan dengan fokus Pemerintah Provinsi Banten.
“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Gubernur, penanganan TBC dan stunting masih menjadi isu utama di bidang kesehatan. Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan pengingat bahwa upaya kita harus terus diperkuat hingga benar-benar mencapai zero case di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD., KEMD., Ph.D mengatakan capaian deteksi dini TBC di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangerang sukses memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
“Ini bukti nyata bagaimana program kesehatan di daerah berjalan efektif. Kota Tangerang menjadi contoh, dengan capaian luar biasa dalam penemuan kasus TBC baru,” ujar Dante.
Untuk angka prevalensi stunting di Kota Tangerang berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) saat ini telah menurun menjadi 5,6 persen. Sebelumnya pada awal tahun mencapai dari 11,2 persen. Angka ini relatif rendah, namun Maryono, menegaskan bahwa target akhir tetap harus menuju Zero Stunting. (adv)











