SERANG,BANTENEKSPRES – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang mencatat, tahun ini sekitar 1.400 penerima yang akan mendapatkan, bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Bantuannya dalam bentuk stimulan berjumlah Rp2,5 juta per penerima, yang digunakan untuk membuka usaha, agar meningkatkan penghasilan perekonomiannya.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinsos Kabupaten Serang Iin Inayatullah mengatakan, ribuan penerima bantuan ini diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), supaya tepat sasaran dengan maksud untuk mengentaskan kemiskinan.
UEP ini merupakan program pemerintah pusat, dalam bentuk pemberian stimulan sebesar Rp2,5 juta per penerima, yang dikhususkan membuka usaha jenis apapun yang menguntungkan.
“Nanti di bulan Oktober mereka menerimanya, kita hanya menyiapkan data yang diambil dari DTSEN karena akurat ya. Tahun ini, ada 1.400 penerima yang mendapatkan UEP ini, mereka bebas buka usaha apapun mau itu, nasi uduk, gorengan, dan sebagainya,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 10 September 2025.
Iin mengatakan, penerima bantuan UEP ini setiap tahunnya meningkat dari 2024 yang hanya 200 penerima, naik di 2025 menjadi 1.400 dan 2026 nanti akan ada dua ribu lebih yang mendapatkan bantuan ini.
Pada 2024 lalu, bantuan diberikan dalam bentuk barang yang dibutuhkan misalkan penerima ingin membuka usaha gorengan, maka disiapkan alat pendukungnya seperti kompor, gerobak, dan lainnya.
“Namun, di tahun ini dan seterusnya akan berbeda, bentuknya bantuan stimulan berjumlah Rp2,5 juta per penerima. Setiap tahunnya, penerima bantuan ini akan bertambah sampai benar-benar kategori miskin ini hilang,” ujarnya.
Supaya uang diberikan dapat digunakan sebagaimana mestinya, kata Iin, akan dilakukan pemantauan oleh TKSK untuk melihat perkembangan dari penerima bantuan, apakah benar digunakan untuk membuka usaha atau tidak.
Sejauh ini, tidak ditemukan penerima bantuan yang menyalahgunakannya, dan untuk antisipasi pihaknya memberikan edukasi supaya mereka tergugah hatinya agar bisa hidup lebih baik.
“Pemantauan tetap kita melakukan monitoring ya, lalu pendampingan juga yang dilakukan oleh TKSK supaya benar digunakan untuk kegiatan usaha. Kemudian, kita juga berikan edukasi dan semoga mereka keluar dari zona kemiskinan ini dengan cara usaha,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











