CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel melakukan sosialisasi
pembinaan kepada siswa.
Acara yang dikemas dalam pembinaan pusat informasi konseling remaja (PIKR) tersebut diadakan di SMAN 9 Kota Tangsel. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga dan lainnya.
Sosialisasi juga tertujuan agar remaja memahami pentingnya perencanaan dalam berkeluarga dan menghindari perilaku negatif. Kepala Bidang Keluarga Berencana pada DP3AP2KB Kota Tangsel Tri Utama Pertiwi mengatakan, sosialisasi tersebut adalah pembinaan terkait PIKR. “Jadi dalam rangka pembinaanlah ke PIKR SMAN 9 Tangsel,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 20, Agustus 2025.
Wanita yang biasa disapa Dokter Uut tersebut menambahkan, pihaknya datang ke SMAN 9 Tangsel membawa adik-adik Duta Generasi Berencana (Genre). “Jadi rencananya, pertama kita melakukan pembinaan, kedua nanti selanjutnya akan dibina oleh Forum Duta Genre ke PIKR yang ada di sekolah yang ada di Tangsel,” tambahnya.
Menurutnya, PIKR adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler melibatkan anak-anak sekolah ada guru pembimbingnya, terkait dengan pendewasaan usia pernikahan, kesiapan merencanakan masa depan, konseling sesamanya curhat-curhatan, terkait dengan kesehatan reproduksi dan sebagainya.
“Jadi tetap ada guru pembinanya. Guru pembinanya juga ada pembinaannya. Nah PIKR ini ada lombanya, baik ditinggal Kota tangsel, Provinsi maupun Nasional,” jelasnya.
Wanita berkerudung tersebut menjelaskan, PIKR merupakan kelompok kegiatan di sekolah. Siswa yang masuk ke PIKR disebut dengan anak Duta Genre. “Nah Duta Genreya sendiri ada lombanya, baik tinggal kota, provinsi maupun Nlnasional,” tuturnya.
Dokter Uun mengaku, pihaknya datang ke SMAN 9 Tangsel membawa Duta Genre Provinsi Banten Perwakilan dari Tangsel yang juara di Provinsi Banten yang akan mewakili tingkat nasional. Ia adalah Afif yang akan lomba pada September mendatang.
“Kami juga membawa Rian, dia juara Genre tingkat Tangsel tahun ini dan dia akan mengikuti lomba di Provinsi Banten nanti di Agustus-September 2025,” tuturnya.
Dalam sosialisasi tersebut pihaknya menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan ketahanan keluarga, kesehatan reproduksi, pendewasan usia pernikahan, konselor sebaya dan lainnya.
“Kalau masalah-masalah yang ditemukan di lingkungan sekolah itu banyak. Sekarang kan lagi marak medsos (media sosial). Tadi, kita bawa juga namanya Adi, salah satu Duta Genre kita yang berbakat. Dia membawakan materi bagaimana bijak menggunakan media sosial dan media informatif, salah satunya dengan main game, tapi game-nya kearah positif,” tuturnya.
Menurutnya, siswa SMA memiliki kreatifitas yang tinggi dan jangan sampai kreatifitas tersebut salah. Sehingga melalui PIKR pihaknya mengarahkan anak-anak kepada hal-hal yang positif.
“Nah, tiga anak Genre ini kan adalah contoh buat adik-adik. Kenapa sih saya bawa contoh buat adik-adik SMA ini, dengan PIKR mereka bisa melanjutkan keperguruan tinggi yang mereka harapkan. Jadi, PIKR ini adalah salah satu kompok kelebihan ekstra kulikuler yang bilamana mereka berprestasi, sebenarnya berprestasi di bidang apapun dan salah satunya PIKR dia bisa masuk keperguruan tinggi dengan jalur prestasi,” ungkapnya.
Dokter Uut mengatakan, pihaknya sedang gencar mensosialisasikan ke sekolah-sekolah terkait KDRT, bullying dan kasus kekerasan.
“Nah kami juga menyelipkan program PIKR. Jadi di sekolah itu ada piketnya tidak. Nah kalau ada, jalan atau tidak. Kalau tidak jalan maka tugas kami mementuk PIKR. Jadi semuanya baik staf dan pegawai di dinas lagi ditugaskan Pak Kadis untuk menginformasikan terkait dengan kasus informasi sosial KDRT, bullying dan sebagainya,” tuturnya.
Dokter Uut berharap, dengan kegiatan tersebut PIKR disetiap sekolah bisa berjalan dengan maksimal dan menjadi program umum, serta jadi ekstra kulikuler umum. “Harapannya anak-anak yang ikut di PIKR atau kegiatan lain kearah positif, nggak ada lagi kasus pernikahan ini, anak punya anak, kasus KDRT, dan sebagainya,” tutupnya.
Sementara itu, Siswi Kelas X-7 SMAN 9 Kota Tangsel Indriana Lusiana Alkayisi mengatakan, dirinya senang mengikuti sosialisasi pembinaan PIKR di sekolahnya tersebutm
“Ikut PIKR lumayan seru dapat pelajaran juga. Dapat pelajaran dalam kita berkeluarga kita jadi tahu. Ada juga materi terkait tidak boleh nikah diusia dini karena, masih muda. Mungkin agar matang juga dari diri kita buat diusia pas untuk nikah,” singkatnya. (*)
Reporter: Tri Budi











