Bersih-bersih Irigasi Sungai, BBWSC3 : Supaya Saluran Lancar Ke Sawah

Kepala BBWCS3 Banten Dedi Yudha Lesmana melaksanakan pembersihan rumput secara simbolis, pada acara gerakan irigasi bersih, di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kamis 14 Agustus 2025. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, dan Cidanau (BBWCS3) Banten, melakukan kegiatan bersih-bersih Sungai Ciujung pada bagian saluran irigasinya, yang bisa menuju ke persawahan se Kabupaten Serang.

Hal itu dilakukan, supaya aliran irigasi ke sawah bisa lancar tanpa tersendat, yang disebabkan oleh banyaknya sampah menumpuk yang selama ini, menjadi hambatan air tidak bisa terairi sampai ke sawah-sawah.

Bacaan Lainnya

Kepala BBWCS3 Banten Dedi Yudha Lesmana mengatakan, pihaknya berupaya untuk menjamin suplay saluran irigasi air bisa sampai ke sawah petani, tanpa adanya hambatan yang disebabkan oleh penumpukan sampah.

Sehingga, dengan adanya kegiatan bersih-bersih saluran irigasi ini, saluran airnya bisa teraliri sampai persawahan tanpa ada hambatan.

“Kita untuk bersih-bersih sungai ini tidak semua seluruh jaringan irigasi, karena daerah irigasi Ciujung sungguh sangat luas, sementara ini diawali dengan kurang lebih 10 sampai 20 persen dari saluran irigasi yang ada. Namun, kedepannya tentu akan rutin dijadwalkan untuk pembersihan irigasi ini, supaya suplai air ke persawahan para petani bisa lancar,” katanya kepada wartawan usai acara gerakan irigasi bersih, di Bendungan Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kamis 14 Agustus 2025.

Dedi mengatakan, saluran irigasi ini merupakan tanggungjawab bersama dalam pemeliharaannya tidak hanya dilakukan oleh BBWSC3, namun harus didukung juga dengan pemerintah setempat, komunitas peduli sungai dan irigasi, serta para petani.

Dengan demikian, kelestarian daripada infrastruktur saluran irigasi yang sudah terbangun ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik, agar tidak melalui harus dilakukan perbaikan karena sudah dijaga oleh semuanya.

“Irigasi ini merupakan tanggungjawab bersama dalam memeliharanya, untuk keberlangsungan dan kelestarian yang saat ini dimanfaatkan oleh para petani. Kalau terjaga dengan baik, tentunya tidak keluar biaya setiap tahunnya hanya untuk melakukan perbaikan atau pemeliharaan, karena salurannya sudah dijaga oleh masyarakat khusunya petani,” ujarnya.

Dikatakan Dedi, berdasarkan keputusan dari Kementerian PUPR RI Nomor 14 Tahun 2025 disebutkan, irigasi Sungai Ciujung mempunyai daerah pelayanan kurang lebih 23.350 hektare, namun terjadi penyusutan luas layanannya menjadi 16.686 hektare.

Penyusutan ini bisa terjadi, kemungkinan disebabkan oleh alih fungsi lahan, lalu jumlah petani yang berkurang, dan lain sebagainya, sementara sumber airnya sudah sangat cukup memenuhi.

“Padahal debitnya sudah cukup, Amdal juga sudah sesuai perencanaan apalagi sudah ada bendungan, yang menjadi kontrol sumber air,” ucapnya.

Dedi mengaku, penyusutan ini bisa saja kembali terjadi apabila pola pikir masyarakat berubah tidak ingin bertani, serta pemanfaatan lahan yang berubah-ubah dan RTRW yang ikut berubah juga.

“Oleh karena itu, kita harus menjaga irigasi ini dan layanannya agar tetap diangka 16.686 hektare, agar tetap menjadi daerah irigasi yang andalan di Banten untuk menunjang ketahanan pangan nasional,” tuturnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait