SERPONG,BANTENEKSPRES.ID – Polsek Serpong berhasil menggalkan rencana aksi tawuran yang akan dilakukan kelompok remaja di kawasan Makam Kramat Tajuk RT 6/22 Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Sabtu, 9 Agustus 2025 pagi.
Sebanyak 54 remaja berhasil diamankan polisi di lokasi tersebut yang merupakan lokasi titik kumpul dimana para remaja tersebut akan melakukan tawuran. 54 remaja yang diamankan tersebut usianya sekitar 14 hingga 17 tahun dan rata-rata masih pelajar.
Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Agustus 2025 sekitar pukul 03.00 WIB di Kramat Tajuk RT 6/2 Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong.
“Awalnya kita dapat informasi dari masyarakat pada Sabtu sekitar pukul 03.00 di TKP menyampaikan info ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Cilenggang, didapati beberapa anak remaja dan didapati beberapa kendaraan roda dua yang berkumpul dilokasi,” ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers, Sabtu, 9 Agustus 2025 malam.
Suhardono menambahkan, setelah diselidiki dan anggotanya tiba di TKP ditemukan sekelompok remaja yang sedang menunggu kelompok lawan untuk melakukan tawuran.
“Sada saat piket fungsi Polsek Serpong akan memasuki area makan tiba-tiba sekelompok orang yang sedang
berkumpul di halaman makan berusaha membubarkan diri dengan cara berlari kearah makam,” tambahnya.
Menururnya, anggotanya berhasil mengamankan 54 orang yang termasuk dalam kelompok gabungan dari berbagai wilayah antara lain Cisauk, Pagedangan, Pamulang, Serpong, Jombang, Ciputat serta Gunung Sindur Jawa Barat.
“Kemudian dilakukan penyisiran di area makan, dan berhasil mengamankan 6 bilah senjata tajam jenis celurit dengan bemacam ukuran, berikut 25 unit kendaraan roda 2 berbagai merek, 28 unit HP berbagai merek dan satu botol nom molotof,” jelasnya.
Selanjutnya 54 orang yang termasuk dalam kelompok gabungan dari berbagai wilayah tersebut berikut barang bukti diamankan dan dibawa ke Polsek Serpong.
“Setelah dilakukan pendalaman bahwa kelompok tawuran tersebut digerakan oleh andmin antar kelompok tawuran dalam konteks ini pada seseorang yang bertugas atau berperan dalam mengelola atau mengorganisir kegiatan tawuran,” ungkapnya.
Suhardono mengaku, tawuran tersebut rencananya adalah perkelahian massal antar kelompok. Dimana ada orang yang mengatur jalannya tawuran, termasuk menentukan waktu, lokasi dan mungkin juga mempersiapkan perlengkapan yang diqunakan.
Admin dani kelompok ini adalah pria berinisial D.U dan dia berhasil melarikan diri pada saat anggotanta mendatangi lokasi berkumpulnya kelompok tawuran tersebut.
“Setelah didalami, mereka berkumpul akan melakukan aksi tawuran yang lawannya ada dari Kedaung dan mereka akan tawuran di daerah Taman Tekno dan Muncul. Mereka ini janjian melalui media sosial facebook (FB),” tuturnya
Menururnya, Kapolres Tangsel telah memiliki program yang telah dicanangkan Kapolda Metro Jaya yang bernama cegah tawuran antar pelajar (Cetar). Pihaknya berupaya melakukan pengamanan tersebut dan itu merupakan pencegahan tawuran yang ada di wilayah Polsek Serpong.
“Karena pelaku masih dibawah umur maka kami lakukan edukasi terhadapa anak-anak ini karena anak-anak ini generasi muda dan jangan sampai terjadi lagi lantaran bila senjata tajam dan bom ini mengenai atau menimpa orang maka akan berbahaya sekali,” ungkapnya.
Orangtua remaja tersebut juga dipanggil dan dikumpulkan bersama anaknya di aula Polsek Serpong. Remaja tersebut diberikan pembinaan agar mereka sadar dan mengerti dan jangan sampau generasi muda jadi korban tawuran.
“Terkait senjata tajam yang kita amankan ini kita akan terus melakukan penyelidikan, untuk mengungkap siapa yan menjual, mengedarkan dan membuat dan pasti akan kita ungkap,” katanya.
“Mereka dilakukan pembinaan dihadapan orangtua biar mereka sadar, ngerti dan jangan sampai generasi muda jadi korban tawuran,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau dan megingatkan kepada orangtua agar selalu mengawasi, menegur anaknya supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan terjadi dan salah satunya tawuran.
“Kejadian ini terjadi kemungkinan kurangnya perhatiannya orangtua kepada anak, kurang dikontrol sama orangtua
Anak-anak ini generasi penerus, coba kalau peristiwa ini pecah dan tentunya akan ada korban jiwa,” tuturnya.
“Jangan sampai ini terjadi lagi, orangtua diharap menegur anaknya kalau mulai melamun. Apalagi kalau malam-malam main HP dan langsung pergi. Kita bersyukur anak-anak ini berhasil diamankan, bagaiaman kalau sampai kejadian dan pasti akan ada korban,” tutupnya. (*)
Reporter: Tri Budi











