Terpisah, Tokoh Masyarakat Kecamatan Rajeg Juhrotul Tamami yang akrab disapa Haji Enju berharap, pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bisa mengakomodasi atau menyediakan pintu air di Sungai Cileles Desa Ranca Bango, untuk kepentingan petani dan masyarakat permukiman.
“Pintu air ini, kebermanfaatannya untuk petani dan masyarakat korban banjir. Jadi perlu disediakan,” ucapnya.
Menurut Abah Haji Enju, keberadaan tanggul yang dibuat petani menjadi salah satu penyebab aliran air tidak mengalir dengan maksimal akibat tertahan eceng gondok yang tertahan tanggul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tangerang Ekspres, ketinggian banjir di sejumlah RT di Desa Rajeg dan Kelurahan Sukatani pada Januari 2025 lalu, memcapai pinggang orang dewasa. (zky)











