“Agar sekolah gratis ini bisa diberi ruang untuk dilaksanakan di tahun ajaran baru,” imbuhnya.
Menurutnya, kedua program unggulan tersebut, baik penerapan program makan bergizi gratis dan sekolah swasta gratis merupakan harapan masyarakat khususnya di Provinsi Banten sebagai upaya pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya.
Dia berharap, program-program unggulan ini dapat berdampak dengan baik guna meningkatkan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
“Program-program ini sangat diharapkan oleh masyarakat, baik penerapan sekolah swasta gratis maupun MBG khususnya orang tua siswa,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan, anggaran yang telah disiapkan untuk MBG yakni sekira Rp315 miliar.
Namun, pelaksanaan program itu belum dapat dilaksanakan karena menunggu juknis dari pemerintah pusat. Rencananya, dalam waktu dekat, Dindikbud akan segera koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
Meskipun begitu, ia melanjutkan, sudah melakukan uji coba MBG di banyak sekolah. Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten Lukman menambahkan, pihaknya sudah siap melaksanakan MBG. Namun agar tak menyalahi ketentuan, pihaknya masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat.
Ia mengaku, pihaknya juga sudah menyiapkan data untuk mendukung program tersebut. Jumlah siswa SMA, SMK, dan SKh di Banten yang bakal mendapatkan program MBG itu yakni sebanyak 491.234 orang. (ziz/rb)










