252,7 Hektare Sawah Terancam Puso

Hektare
TERENDAM: Area sawah di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak terendan banjir,  beberapa hari lalu. (CREDIT: AHMAD FADILAH/BANTEN EKSPRES)

Ketua Kelompok Tani Sukabungah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhiana mengatakan, di Cibadak puluhan hektar tanaman padi terendam banjir, sedangkan pipa untuk pompanisasi juga terseret banjir yang deras. Tanaman padi di wilayah itu berusia tanam antara 50-60 hari dan dipastikan awal 2025 sudah mulai panen.

“Kami berharapnya tanaman padi yang kami tanam tidak puso semua, sehingga kerugian kami tidak menyeluruh, ada yang bisa kami panen,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak. Penetapan status tanggap darurat itu mulai 2 – 15 Desember 2024.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem di Banten, Wisata Pantai Aman, Jalur Gunung Putus

Kepala BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, bencana banjir dan longsor di Lebak terjadi di 20 kecamatan. Sebanyak 1.694 rumah terendam banjir, 59 rumah terdampak longsor, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Pos terkait