“Meski turun, namun angkanya masih tetap banyak, ini masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Serang bersama kader Posyandu, untuk terus menurunkannya hingga nol yang tentunya secara bertahap. Sehingga, jangan dianggap enteng dalam menurunkan AKI dan AKB ini, namun harus serius dalam menanganinya supaya terus menurun kasusnya,” ujarnya.
Selain itu, kata Tatu, Pemkab Serang sedang melakukan hitung-hitungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang 2025, agar insentif untuk 7 ribu lebih kader Posyandu bisa naik jumlahnya.
Kemudian, pihaknya juga akan mencari anggaran tambahan seperti mengambil sebagian dana desa maupun bantuan keuangan Pemprov Banten, agar kenaikan insentif ini bisa terwujud.
“Belum diketahui berapa jumlah insentif yang akan dinaikkan, masih dalam hitung-hitungan APBD 2025 mendatang. Kemudian, kita juga bakal minta kepala desa untuk ikut serta membantu, karena kalau semua harus pakai APBD nantinya untuk kebutuhan yang lain habis,” ucapnya.











