Menduduki Posisi Paling Buncit, Realisasi PBB-P2 Kecamatan Taktakan Terendah

Realisasi PBB-P2
WAWANCARA: Camat Taktakan Mamat Rahmat saat diwawancarai oleh awak media. (CREDIT: EEN AMELIA JUMIANI/BANTEN EKSPRES)

“Di tingkatan kita mungkin ukuran Rp2.500 dianggap biasa, tapi kalau di masyarakat biasanya itu kendala,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, 65 persen dari target perolehan PBB-P2 kecamatan masih belum tertagih dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Tadi satu per satu saya lihat ada tiga (kelurahan) terendah yang satu Sayar, kedua Pancur, ketiga Cilowong,” ujarnya.

Sama seperti di Kecamatan Cipocok Jaya, Nanang juga meminta kepada lurah untuk menuturkan kendala apa saja yang menjadi hambatan dalam penagihan PBB-P2.

“Kendala-kendala tadi disampaikan oleh Pak Lurah misalnya, ada jual-beli atas nama pengembang tapi SPPT masih atas nama masyarakat,” ujarnya. (een)

Pos terkait