“Alhamdulillaah kita sudah melebihi, maka sangat penting bagi kita semuanya untuk sama-sama menekan angka stunting di Kota Serang melalui intervensi pemberian makanan gizi tambahan bagi masyarakat yang beresiko stunting,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Taktakan Yana Supriana, kata dia, saat ini kasus stunting di Kecamatan Taktakan setelah dilakukan intervensi per Juni kemarin, sebanyak 28 kasus stunting ditemui.
BACA JUGA: Penanganan Stunting, Pemkot Minta Bantuan RS Se-Kota Serang
“Jumlah ini menurun atau yang awalnya kita temukan sebanyak 68 anak yang terkena stunting, setelah intervensi Alhamdulillah jadi turun 28,” katanya.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Taktakan untuk menekan angka stunting selain dengan melakukan intervensi, kata Yana, pihaknya telah melakukan edukasi secara langsung kepada keluarga yang didapati balita mengalami gizi kurang atau stunting.











