Wacana Kebijakan Siswa Tinggal Kelas Pacu Motivasi Belajar Siswa

Kepala SD Muhammadiyah 3, Ciledug, Agus Solihin.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Wacana pemberlakuan kembali kebijakan siswa tinggal kelas yang sempat diutarakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendapatkan dukungan penuh dari kalangan satuan pendidikan. Salah satunya datang dari Kepala SD Muhammadiyah 3 Ciledug, Agus Solihin, yang secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kebijakan tersebut yang akan diberlakukan pada tahun 2027.

 

Bacaan Lainnya

Menurut Agus, kebijakan yang berlaku saat ini dinilai menghilangkan pembeda yang jelas antara siswa yang bersungguh-sungguh belajar dengan siswa yang malas. Akibatnya, motivasi belajar anak cenderung menurun karena merasa bahwa rajin atau malas tetap akan mengantarkan mereka naik kelas.

 

“Apa yang disebut pak Menteri Prof Abdul Mu’ti “Rajin Malas sama saja. Nah saat ini kita rasakan begitu, siswa yang rajin dan siswa yang malas sama-sama naik kelas,” kata Agus saat dihubungi, Kamis, 22 Oktober 2026.

 

“Jadi saya sangat-sangat setuju banget, seribu persen saya setuju kalau kebijakan siswa tinggal kelas itu diberlakukan kembali,” sambungnya.

 

Ia meyakini, dengan dikembalikannya aturan siswa tinggal kelas, iklim kompetisi yang sehat di ruang-ruang kelas akan kembali hidup. Prestasi nyata anak-anak didik akan terlihat, dan peserta didik terdorong untuk lebih giat belajar.

 

“Jadi, ketika nanti kebijakan itu dikembalikan seperti sebelumnya yaitu diberlakukan, nanti akan kelihatan prestasi anak-anak kita. Anak-anak kita akan rajin, insya Allah mereka akan lebih baik, dan akan terlihat mana teman-temannya yang malas,” tambahnya

 

Agus menegaskan, bahwa pihak sekolah dan para pendidik di lingkungan SD Muhammadiyah 3 Ciledug siap mengadaptasikan dan menyosialisasikan kebijakan ini kepada peserta didik.

 

“Jadi kita mengusung semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan akan terus ditanamkan kepada para siswa agar mereka termotivasi untuk berprestasi secara maksimal,” imbuhnya.

 

Selain itu, tambah Agus, kesiapan tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) oleh para guru di sekolah.

 

“Otomatis kita sebagai pendidik harus siap menyampaikan kepada anak-anak didik. Terlebih, guru-guru juga melaksanakan KBM-nya dioptimalkan lagi,” jelas Agus.

 

Ia berharap, kedepan mutu pendidikan di Indonesia akan semakin meningkat. Hal ini sekaligus selaras dengan visi besar dalam mencetak generasi yang cerdas secara akademik, unggul, berdaya saing dan memiliki karakter yang kuat, serta berakhlak mulia sebagaimana dicanangkan melalui program Pemerintah Kota Tangerang.

 

“Insya Allah dengan langkah ini nanti, siswa-siswi kita benar-benar menjadi anak-anak yang cerdas. Mudah-mudahan kebijakan yang direncanakan pak Mentri akan menjadikan dunia pendidikan semakin lebih baik lagi dalam upaya mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.(*)

 

 

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait